se – POHON kayu

11 Feb

12645181_10204465943363679_3157095047777506028_n

Entah kenapa kalau melihat pohon ini saya menjadi sendu.

Pertama kali melihatnya sudah jatuh cinta. Pasti dengan kesenduannya.

Di bukit kapur Jeddih, disana ia berdiri.

Menghadap langsung bukit kapur yang menyisakan guratan cantik bekas potongan-potongan balok kapur manusia. Disana ia berdiri. Dia tidak ganteng, dia cantik menurut saya.

“Saya merasa kamu mempunyai ruh perempuan”, bisik ku.

Saya langsung mengabadikannya dalam camera smartphone, sayang hanya menggunakan henpon. Padahal saat itu saya membawa camera pocket.

Kedua kalinya, lagi dan lagi saya ingin mengabadikannya, dan terulang kembali. Hanya memotret dari camera henpon.

Ahhh, menyesal. Kuperbesar berkali kali gambar pecah. Padahal aku ingin mencucinya dan menaruhnya tepat diatas meja tempat aku suka menulis.

Aku janji,jika kesini lagi.ketika saya mengunjungi dia lagi.aku akan membawa camera SLR yang lebih canggih.

Pohon ini sendiri.

Dia punya teman tapi tidak tepat berada disamping,depan,atau belakangnya langsung. Terpisah beberapa meter saja. Tidak jauh juga.

Ahhhh ntah kenapa,ketika melihat pohon ini hati ku kembali sendu. Seperti sendu hari ini. Ketika hati ini ragu. Ketika pikiran ini sangat kacau. Ketika jiwa ini diseliwerkan oleh hal-hal buruk yang mengancam. Kembali saya memandangi foto pohon ini. Iya selalu tampak cantik. Hijau. Ramping.

Mungkin jika ia bisa berkata,

Hati mu sendu karena hatimu selalu disibukkan dengan apa yang hilang dan diambil dari dirimu. Coba lihat baik-baik apa yang tetap ada didirimu, apa yang masih ada di dirimu dan berapa banyak yang telah , akan, dan masih diberikan untuk dirimu.

Begitu ya…

Betapa aku begitu pendeknya dalam berfikir dan menganalisis segala sesuatunya…

2 Responses to “se – POHON kayu”

  1. Dedek February 11, 2016 at 3:20 pm #

    Iya yaaa lama2 diperhatikan pohon ni menarik…. Klo langsung lihat pohon ini pasti lbh berasaaaa…

    • ekkairianto February 12, 2016 at 12:56 am #

      🙂 coba berdiri di depannya ketika non-weekend dan pagi saat di yang berada di bukit jeddih itu hanya kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: