Menjemput Ketidakpastian

12 Jan

inspirasi_islam

Mungkin sudah banyak yang mendengar cerita ini. Tapi bagi saya ini menjadi catatan yang sangat penting untuk dituliskan dan dibagikan.

Ini juga bukan tulisan saya. Saya juga tidak tahu siapa yang pertama kali membuat rangkaian kalimat yang sangat inspiratif seperti ini.

Bagi saya ini menjadi bahan perenungan hidup.Baiklah mulai saya tuliskan ( Diambil dari Halaman Lentera halaman 194 edisi Majalah Intisari Oktober 2015)

Terjadilah percakapan antara kakek dan cucu kesayangannya yang beranjak dewasa.

Cucu: Kenapa hidup ini begitu rumit, kek?

Kakek: Berhentilah menganalisis. Jalani saja. Analisalah yang membuat hidup terlihat rumit.

Cucu: Kalau begitu, kenapa manusia jarang merasa senang?

Kakek: Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisis. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

Cucu: Bagaimana mungkin kita tidak khawatir disaat hidup penuh ketidakpastian seperti saat ini?

Kakek: Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah pilihan.

Cucu: Namun, ada banyak rasa sakit yang muncul karena ketidakpastian.

Kakek: Rasa sakit tidak bisa dihindari. Tapi penderitaan adalah pilihan.

Cucu: Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

Kakek: Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan tanpa menderita. Dengan pengalaman itu hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

Cucu: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

Kakek: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat oleh dirimu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. 

Bekerjalah dengan kompos, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

Seiring tenggelamnya matahari , percakapan dua anak manusia itu pun berakhir. Keduanya pulang untuk menjemput ketidakpastian.

One Response to “Menjemput Ketidakpastian”

  1. Dedek January 12, 2016 at 3:31 pm #

    Gak terlalu ngerti…
    Bisa lebih dijelaskan dgn memakai bahasa yg mudah dimengerti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: