Cambodia – Phnom penh – Rencana yang berantakan VS Rencana Cadangan

12 Jan
IMG-20140522-01255

selamat datang di Kingdom of Cambodia. Ketika di dalam pesawat kita diberikan kartu ini untuk diisi dan diserahkan

Setelah sedikit lari lari menggila di erpot KLIA 2 yang super luas, dan pertama kalinya saya menginjakkan kaki di airport Lcct baru ini (Sebelumnya di LCCT). Kenapa saya jadi semriwing ? yup karena pesawat saya yang dari surabaya delay, lah gak lucu donk saya ketinggalan pesawat menuju phnompenh. Dengan bekal tiket Surabaya-Kuala Lumpur Rp 100.000 dan Kuala Lumpur-Phnompenh Rp 120.000 pada bulan mei 2014. Pasti donk tiket dibeli jauh-jauh hari. Kenapa tujuan saya ke phnompenh? ya karena saya ingin menggenapkan mengunjungi negara ASEAN🙂

Selain ke Phnompenh, Saya dan Suami  akan mengunjungi Vietnam, Ho Chi Minh melalui jalur darat kemudian kembali ke Kuala Lumpur, Singapore dan Kembali ke Surabaya melalui Jakarta.

Dengan nafas  masih ngosh ngosh an perjalanan jauh dari mulai turun dari pesawat, lari-lari ke terminal kedatangan. For Your Info, ini airport guedeeekkk banget dan pada saat itu saya berfikir  saya ndak perlu keluar imigrasi Malaysia. toh saya kan akan melanjutkan penerbangan. Meskipun saya tidak membeli tiket Fly Thru. Tiket saya pisah-pisah. Dannnnn.. ternyata saya harus tok stempel masuk malaysia dulu kemudian antri  ngetok stempel pasport saya untuk keluar dari Malaysia. Oh my Gosh.…Rasanya pengen nangis dan gak yakin bisa tepat waktu melihat antrian imigrasi yang panjang.

Setelah aman keluar dari antrian masuk imigrasi seperti kesetananan saya lari-lari tanya sini tanya sana untuk menuju terminal keberangkatan pesawat saya yang akan menuju ke Phnom penh. Pfiuuhhhh…….. finally. Saya udah duduk manis di ruang boarding dan sekarang kehausan. Mau keluar kok waktunya mepet banget. Ini saja udah bersyukur sampai tepat waktu dan udah lapor ke petugas darat maskapai. Tapi saya sempet keluar nyari nyari kran minum air gratis untuk ngisi ulang botol saya. Tadi kan di Imigrasi harus dikosongin smeua botol minuman. Namanya juga bekpeker, sebisa mungkin kalo ada yang nyaman,bersih dan ndak bayar maka saya nyari air minum gratis itu. Sayangnya, saya ndak menemukan. ehh belom menemukan. Kalo airport yang lama mah saya hafal tempat tempatnya. hikksss… telan air ludah dulu deh.

Akhirnya waktu keberangkatan menuju pesawat tiba. Wuihhhhhh dannn kita harus jalan jauh lagi sebelom mencapai pesawat wassalam yaaa. Emang bener deh. Sebelum travelling itu kita harus menyiapkan stamina dan kesehatan.

Sesampai di Phonm penh hujan lebat. Duhhh.. sepertinya keluar dari rencana A. Saya sudah menyiapkan rencana A untuk transportasi dari airport menuju penginapan. Ada pilihan ojek, tuk-tuk sejenis becak dan Taxi . Yang terakhir ini rencana paling cadangan dan sebisa mungkin dihindari karna tarifnya $12. Pilihan A saya naik tuk tuk $7 karna naik ojek belom tentu ada. oiya, di kamboja ini $ amerika laku banget. yang levek yang jelek pecahan kecil ya laku laku aja. tuh kan ndak seperti di Indonesia. Lecek dikit $ pasti harganya turun. Oke balik lagi ke Plan menuju hostel yang telah saya booking jauh-jauh hari melalui situs http://www.booking.com. Oiya untuk booking hostel saya sengaja pakai ini karena tidak perlu bayar DP, bisa dibatalin dan ga perlu pakai kartu kredit/CC. secara saya ndak punya CC he he he….

Keluar airport saya mengikuti arus keluar orang-orang saja. Ya iya lah, secara saya baru pertama kali juga menginjakkan kaki disini. Dan hujan semakin lebat, seperti gak mungkin naik tuk tuk. Dannn benar saja.

Ternyata untuk menggunakan tuk tuk dan taxi keluar dari airport harus melalui loket resmi. Ya alhamdulillah sih, jadi lebih aman dan jauh dari penipuan /scam. Tapi ga bisa di tawar ya. Dan $12 itu bagi saya mahal. Saya tetap bertahan akan menunggu hujan reda dan menggunakan tuk tuk. Tapi kata bapak penjaga loket yang bisa bahasa inggris (Jangan kuatir di Phnom penh komunikasi tidak begitu sulit) tidak mungkin menggunakan tuk tuk karna hujan lebat, karna banjir dan blaa..blaa blaaa….

Akhirnya kami memilih mundur sambil saya berpikir plan B. Nah, disini nih. Jadi Bekpeker dengan segala perhitungan budget dan manejemen keuangna diuji untuk mengambil keputusan. Sapa bilang sambil berjalan kita tidak belajar. Banyak pelajaran yang bisa kita mabil asal kita bisa memahami.

Saya mulai berfikir untuk sharing cost dengan orang lain. Itu ide di otak saya yang gak mau rugi bayar taksi sebesar $12 itu. Bismillahh saya coba untuk mencari-cari yang sejalan dengan saya.Masa’ sih ga ada yang ke arah tempat stay saya di Riverside itu kan tempat tinggap yang happening banget untuk turis dan tempat tinggal yang banyak dihuni backpacker karena dekat dengan tempat wisata, tempat makan, tempat hangout de el el deh.

Saya bilang sama suami saya,” tenang  mas. Saya yang akan mencari orang yang bisa sharing dengan kita”

Kondisi kita sebenarnya sudah lelah sangat karena dari surabaya udah berangkat pagi. Lagian ini hujan juga lama redanya.Rasanya udah mau membaringkan tubuh saja di kasur dan melupakan segala over budget taxi taxi an ini. hikssss… tapiii tapiiiiiiii… kan uang sisa budget nya bisa beli sesuatu di phnompenh ha haha haa.. jadi semangat lagi deh kakakkkk ^_^

Ha ha haa. secara istrinya ini ndak mau rugi yaa. Saya mulai merapat kembali mendekati loket. Sambil mencoba menganalis peoples yang ada di sekitaran situ.

Ada satu foreign,kebetulan berkulit putih speerti orang amerika gitu . Laki-laki. Penampilannya business man menggunakan dasi gitu.  Rasanya gak mungkin ya dia nginep di kawasan backpacker gitu. he he he… tapi saya mencuri dengar percakapannya dengan bapak loket itu. Intinya si bule ini minta potongan harga untuk naik taxi. Awalnya dia juga kyak saya maunya naik tuk tuk. cuma si bapak loket itu kan ngotot tuk tuk sulit jalan karna jalanan banjir (ehh ternyata di bapak loket ga boong, beneran sepanjang jalan kita melewati genangan air yang tinggi yang bisa bikin motor tuk tuk mogok).  Setelah si bule ndak berhasil nawar. diaberdiri-berdiri dekat situ. Sepertinya dia kyak saya  lagi mikir plan B dan ndak mau rugi ongkos taxi yang mahal. ha ha haha hahhh…

Dengan ransel saya yang besar ehhh gak terlalu besar lah cuma 30 liter dan boso enggris terbata bata, saya dekati itu bapak bule foreigner. Intinya saya tanya arah dia. Kemudian kami saling menunjukan peta. Oh my… Lucky me!!!! Penginapan kita deketan. tuhh kannn tuuhhh kannn apa gue bilang he he he he…. Allah Maha Baik.

Langsung kita deal-deal an bagi 3 karna saya kan berdua dengan suami. $12 bagi 3 so, cuma $ 4/orang kan🙂 horeeeeeeeee. eh jangan seneng dulu. Karna si bapak loket tau nih modus kita yang pengen sharing cost, mana dia hafal pulak kan ya mukak awak (UPssss.. keluar bahasa batak nya). Dia ga mau kita bayar $12 minta tips tambahan karna katanya kita orang yang berbeda. Maksudnya kita beda tujuan dan baru kenal disini.kok tauuu jugak si bapak loket ini ya hedehhhh… kata bule itu, udah it’s oke.kita agak berdebat lah. Ntar kita ambel jalan tengah aja lah.  Lah emang arahnya sama. setelah itu kita dipanggilkan taxi yang akan membawa kita ke kota. yeaaaaaa….

Hujan masih turun.Genangan air dimana mana.. dan di taxi bapak bule itu cerita. dia sering bolak balik ke Phnompenh ini dalam rangka kerja. Tapi dia berkantor di Kuala Lumpur. Dia juga cerita, disini orang dangan mudah melanggar aturan lalu lintas karna polisi nya bisa titip salam tempel dan hanya dengan $1. Wuikkkk murahnyaaa.

Akhirnya kami sampai setelah mengantar si bule ya iya laa secara penginapannya hotel di pinggir jalan mudah ditemui, Hostel kami agak sulit pak driver taxi masi mencari cari. Pak bule ini baik banget.dia membayar $7,  lah berarti saya kan cuma membayar $5 untuk berdua. Duhh pak bule matur nuwun sangetttt.. smoga barokah ya pak (He he emang bapak nya ngerti apa boso jowo-an). Setelah mengantar pak bule, driver taxi masi menyusuri gang demi gang. Oiya di kawasan Riverside yang emang di pinggir sungai besar ini banyak sekali gang dan diisi banyak tempat makan, hostel, bar, dan sejenisnya. Nama tepat tinggal saya adalah Velkommen. dan dengan harga $5/orang, Ac,  berisi 10 orang dan kamar mandi dalam serta berada di lantai 4 jangan berharap ada lift ya he he he.. naik tangga bok. beneran deh saya setiap abis backpacking mesti turun timbangannya soalnya banyak jalannya dan naik naik tangga gini he he he.. keesokan harinya saya ingin lebih private sehingga saya menyewa kamar privat isi berdua aja donk sama pak suami. Ac, kamar mandi nya di luar dengan harga $ 14 semalam. So far tinggal di kawasan Riverside ini sangat nyaman di tinggali. Banyak hostel, guesthouse maupun hotel disini yang bisa dipilih sesuai kantong . Dan untuk makanan juga yang saya ketahui ada 4 makan halal disekitar sini. Nanti akan saya tulis di cerita tersendiri ya.

Kawasan Riverside sendiri sangat dekat dengan pasar malam, terminal bis untuk menuju vietnam, Royal palace, Taman depan istana, museum dan semuanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Riverside sini. Oiya dan tempat belanja souvenir murah di Central Market bisa ditenpuh dengan berjaan kaki jadi benar-benar gak ngeluarin uang untuk kendaraan umum wira wiri. Semuanya pakai kaki. Dipinggir jalan dan sepanjang jalan juga banyak pedagang kaki lima dengan harga snagat merakyat dan murah. duduk duduk diskeitar taman samping sungai ini juga gratis. Tempat umum yang nyaman untuk menikmati suasana Phnompenh. Tinggal menyebrangi jalan saja. Saya juga sempat shalat di bangku taman ini saat sudah check out hostel dan akan menuju Ho Chi Minh Vietnam.

Baiklah mengakhiri hari pertama yang penuh drama dimulai sejak di tanah air akibat pesawat delay dan sampai dengan selamat di Phompneh Cambodia, saya mengucapkan welcome kambojaaaa kepada diri saya sendiri dan pak suami. ALhamdulillah semua lancar.

Pengeluaran hari pertama:

Taxi menuju hostel Velkommen di Riverside: $ 5

Beli air minum  mineral $ 1 dan coca cola  $ 2

hostel untuk berdua $ 10.

IMG-20140522-01257

Langit mulai gelap udah sore banget. itu yang diujung sana sungai nya. Di taman yang di beri apa ini namanya paving kah atau apa ini. Sore juga ada ibu ibu yang senam beramai ramai dengan instruktur senam dan pasti musik yang meriah pengiring senam mereka. Banyak juga anak-anak bermain-main. Muda mudi asli phnompenh berkumpul maupun keluarga yang ingin menikmati pagi dan sore. Bener-benar public area milik bersama dan ada juga mainan anak-anak seperti ayunan, jungkat jungkit, panjat panjatan.ahhhhh semoga pinggir kali surabaya juga bisa seperti ini.Dimanfaatin.

IMG-20140522-01260

Pojokan tenpat hangout. Mulai hidup lampunya, langit mulai gelap.tampak juga tuk tuk terpakir siap untuk mengantar penumpang. Oiya disitu juga terlihat motor. Wahh.. jangna ditanya disini seperti di Indonesia banyak motor.

IMG-20140522-01262

Pak suami lagi bergaya di kursi yang disediakan di taman pinggir sungai. Sungai yang besar dan bersih. Meskipun banyak pedagang kaki lima , tapi merek abukan yang stay gitu. Mereka naik sepeda atau memanggul jajanan

IMG-20140522-01265

Muka capek,kumus-kumus. Baru tiba di Phnompenh. Naruh tas dan saya orientasi sekitaran tempat saya tinggal. Ini di pinggir sungai kawasan riverside. Penuh hostel dan tempat nongkrong seperti cafe. Tapi di Pinggir sungainya juga penuh pedagang kaki lima.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: