Eyang ku dan kasih Ibu mertua….

7 Jan

 

IMG-20131201-00673

Jauhhhh…sebelom saya mengenal suami saya, eyang – begitu biasa saya memanggilnya – adalah orang yang terlebih dahulu saya kenal. Sayang dan baik sama saya. Saya pun telah menganggap beliau sebagai nenek/embah/eyang saya sendiri karena umur beliau yang sudah sangat sepuh. Tapi jangan pernah menyepelekan kesehatannya ya. Prima!!!! Mata  eyang masih bisa dipakai membaca koran setiap pagi dan membaca Al Quran setiap sore menjelang maghrib. Masih senang menulis, tentu saja menggunakan kertas dan pulpen dengan tulisan khas orang jaman dahulu tulisan halus kasar. Masih bisa berfikir tentang kebaikan lingkungan dan membagi pikirannya itu melalui tulisan. Dan yang lebih hebat lagi beliau ini masih aktif berorganisasi. Masih bisa berjalan sendiri , memasak makanan kesukaannya sendiri, berbelanja di supermarket, dan aktivitas daily day lainnya.

Singkat perjalanan waktu, ternyata takdir berjalan sedemikian rupanya, mengantarkan banyak hal yang tidak terduga. Sampai akhirnya saya menikah dengan anak bungsu kesayangan eyang.

Eyang yang telah saya anggap sebagai mbah saya , sekarang menjadi ibu mertua saya dan saya pun tetap memanggil beliau yang sangat saya sayangi dan saya hormati dengan panggilan kesayangan , “eyang”.

Eyang adalah ibu saya. Seperti yang selalu diajarkan kedua orang tua saya. Mertua mu adalah juga orang tuamu nak. Kasih sayangnya sepanjang waktu.

Di hari ibu kemarin tulisan ini saya tuliskan. Tetapi belum sempat ter-posting.

Ibu. ndak pernah cukup segala kebaikan dunia ini untuk membalas segala pengertian mu.

Segala kesibukan dan perputaran dunia yang sangat cepat ini suka membuat saya lalai.
Padahal kau cuma meminta kutemani sejenak “berbicara” , atau kau ajak aku ke teras untuk menemani mu berbicara dengan kucing kesayangan mu si “belang”, ingat bu, kau selalu mengingatkan ku, kelak jika kau telah tiada, jangan lupa tempat minum belang harus selalu terisi air.Kasihan kucing itu.
atau sekedar menemani mu menyiram bunga sambil kau elus elus daun dan be-bungan yang ada. kau bilang, “mereka seneng diajak ngobrol,kalow mereka bahagia pasti berbunga sangat indah”, seru mu saat itu…
atau kau terkadang menelpon ku, menyuruh ku untuk ke rumah mu untuk memberitahu mu cara menyimpan nama contact di henpon mu. ahhh kadang aku lupa, usia mu sudah 84 tahun ya bu, dulu pun kau hidup dijaman henpon belom ada. pintamu saat itu, “kangen pengen nelpon sendiri, cuma ndak tau cara mencet nama contact di hp -nya”

Suatu waktu kamu menanyakan sesuatu kepada ku, “nak, tadi siti bilang robet robet itu apa nak?”

Ibu mencoba menanyakan suatu kata yang kerap diulang siti, mbak yang membantu ibu dirumah.

“Iya, siti tadi bilang hp nya robet”, lanjut ibu lagi.

Saya pun tersenyum, “oalaaaaaa bu,,, low batt, dibaca robet lobet bu. artinya batere henpon siti udah mau habis”.

“Oalaaaa nak”, kemudian kita berdua pun tertawa terpingkal pingkal.

“Siti canggih bisa boso enggris ya bu”. seruku.
Kadang pun kau sering di becandain suami ku yang tak lain anak bungsu kesayangan mu yang mempunyai hobi menggoda mu dan kita tertawa bersama. Ingat gak bu, saat itu dengan mimik wajah serius, kau bertanya, “Nak, itu di dalam mesin atm beneran ada orangnya ya?kok duitnya bisa keluar?”
suami ku pun menjawab, “iya ibu, karna 24 jam sampe shift penjaga di dalam mesin atm berganti-ganti terus”
dan kau menjawab lagi, “kasian ya nak, petugas nya jongkok terus”
dan kita pun tertawa terbahak-bahak.. ahh ibu ku.. di jaman mu dulu belom mengenal mesin canggih seperti itu ya bu.Dan kau pun masih sulit mempercayainya bahwa disana tidak ada petugas yang berjongkok itu.

Masi banyak candaan lainnya..
Masi banyak candaan lainnya….yang selalu ada kasih sayang di hati mu untuk aku anak mu ini ibu…..

Dan Aku rindu dengan semua gelak tawa kita…..

Di hari ibu ini, kembali aku mengingat semuanya… Jalan tertatih mu, tangan tua mu, dan lengan lemah itu, yang ingin selalu aku gandeng meski hanya untuk berjalan jalan sebentar saja atau tempat aku merebahkan kepala dan penat ku akan dunia. ahhhhh Ibu.. ibu.. ibu ku…

Seperti yang telah Rasulullah katakan, Ibu mu! Ibu mu! Ibu mu…..

Bagi saya menulis ini, untuk mengenang mu..

Almarhum ibu mertua saya, Ibu Soetiami Oemar Said yang meninggal di usia 84 tahun.

Untuk mengenang eyang yang selalu menyayangi ku melebihi apapun.

Kenangan mu abadi di dalam memori  dan hati ku. Tak kan pernah kulupakan.

Al Fatiah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: