Lihat wajah sendiri !!!!

18 Sep

Sore itu aku iseng membuka handphone yang berisi gallery photo. Maksud hati ingin bersih-bersih karna sudah penuh banget.

Dannnn….. Degh… duh Gusti….

Ada sesosok wajah yang sangat tidak menyenangkan bin menyebalkan. Wajah yang menarik garis bibir kebawah. Wajah yang menggambarkan kesuraman. Wajah yang aura kebahagiaannya ndak tampak sama sekali. Ntah kenapa dia berwajah seperti itu. Ndak ada lucunya blass. Jelek.

JELEK!

Padahal suasana di foto itu adalah sedang menerima tamu dan menjelaskan tentang sesuatu.

Dan siapa sesosok pemilik wajah muram itu? Saya. YA. Itu adalah saya.

Foto itu tak senagaja diambil suami saya sendiri, saya juga ndak tau kalo dia tlah mengabadikan moment itu. Maksud hatinya mungkin bukan untuk mengambil foto saya. Karna dia bukan tipe yang begitu banget ha ha hahaa… maksud hatinya mengambil moment yang emnag harus dilakukan untuk bukti kemudian hari mengenai penjelasan yang saya sampaikan ke tamu-tamu.

Oke lah,  lupakan perdebatan menggenai siapa yang menjepret. Untuk apa mengambil foto tersebut. Bagaimana suasana ketika kejadian terjadi. Siapa saja yang ada di tempat itu. Mau ngapain aja tamu itu ke rumah.

Lupakan semuanya.

Saya hanya mau membahas tentang diri saya, wajah saya, Muka saya.

Astagfirullahh… ketika melihat foto tersebut saya sampai istighfar berkali kali.

Degh….duhh Gusti…

Ya Allah…. berulang ulang saya mengucapkan itu.

Dan saya pun tersadar, Sepertinya saya sering berwajah seperti itu. Mungkin bukan sepertinya, tapi emang seringnya saya memasang wajah seperti itu. Apalagi disaat mood tiba-tiba menjadi jelek. atau ada hal yang tidak berkenan di hati saya atas perilaku dan perbuatan orang-orang yang hidup di sekitar saya. Saya terbiasa untuk meyatakan ketidaksenangan saya akan sesuatu dengan diam dan (mungkin) berwajah muram seperti itu (pasti) berwajah cemberut dengan menarik bibir ke bawah seperti itu. ndak ada bagusnya sama sekali dipandang.

Dan sayangnya, sayang sekali itu sering terjadi di rumah….😥

Duh.. Allah…..

Betapa seringnya saya menunjukan wajah tidak menyenangkan itu kepada orang yang setiap hari selalu ada di dekat saya. Orang-orang yang pasti menyayangi saya. Mengingat saya masih belum bisa menguasai hati dan mood.

Setelah melihat foto-yang-menyadarkan saya itu.

Saya berulang kali melihat ke cermin.

Wahai cermin…..ternyata wajah seperti itu jelek sekali.. hu..hu…hu…. dan saya membayangkan betapa begitu seringnya saya menunjukan wajah seperti itu kepada suami saya…😦

Benar lah apa yang hadist katakan: Dan senyum mu itu adalah bernilai ibadah. Dan sayangnya kenapa (Terkadang dan sering) hanya tersenyum kepada orang lain😦   .Rumah yang tempat tinggal sehari-hari disisakan bagian yang tidak mengenakkan. Diberi kemuraman. Diberikan wajah kelelahan. Orang – orang terdekat kita yang peduli di rumah kita berikan wajah yang sangat-tidak-enak dipandang.

Saya harus bisa intropeksi diri.

Tulisan ini saya tulis sebagai pengingat hati, pengingat diri. Jika suatu hari saya lelah untuk tersenyum dan memasang wajah baik.

Tulisan ini sebagai motivasi diri dan jika saya ingin sharing/ membagi kisah ini, tentu saja harapan saya agar ia menjadi manfaat bagi banyak pembaca tulisan saya🙂

Sukolilo-20141130-02827

Betapa lebih bagusnya jika setiap hari bisa memasang wajah seperti ini. Enak dipandang. Menyejukkan orang yang melihatnya.

Menjelang senja,

Menjelang Maghrib, surabaya 18 September 2015

Eka – sang pemilik wajah muram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: