Kemewahan di jaman sekarang adalah mampu meng-OFFLINE-kan diri sendiri

10 Sep

kaya-hati

Kaget membaca sebaris kalimat ini:

Kemewahan di jaman sekarang adalah mampu meng-OFFLINE-kan diri sendiri.

Saya pikir-pikir panjang.. yess betul juga ya.

Kemana-mana Gadget di tangan donk,

Mau tidur yang di genggaman adalah Gadget… upsss.. woyy suami atau istri pada kemanaaaa.. ini kok lebih seneng genggam gadget..

Bangun tidur yang langsung dicari juga Gadget, woooyyy… subuhan dulu dunkkk… atau serangan fajar lah.. loh?? Upss…ada anak kecil. Baiklah lupakan yang terakhir itu hanya opsi untuk yang udah nikah.

Di satu sisi sebagian ngelesnya begini:

“Ya elaaaa, ga mungkin lah offline secara kerjaan gue disana semua, mulai check email sampe coret-coret planning, bikin presentasi”

Uhukkk..uhukkk batuk dulu.. ehm..

Betewe, coba di pikir-pikir lagi, sebenernya berapa persen waktu yang banyak digunakan untuk pekerjaan atau sebentar-sebentar check media sosial, atau nunggu “ting..tong” dari alert bbm group atau kuatir ada bbm/chatt online yang belum dibales. Eaaaaa…. emangnya yang sono mati ya kalo ndak langsung dibalesin.

Coba jujur? mana yang lebih sering? pekerjaan atau untuk hal lain? jujur deh.

Berapa banyak kita memegang gadget hanya untuk kutak-katik, check sana sini media sosial, stalking-in medsos milik yang lain… idiihh kepo amat sih.

Laen lagi yang begini nih..

“Gile!! Offline, gadget itu nyawa gue kelesss… secara gue kan pedagang online”

Nah loh ini lain lagi kalo ndak pegang gadget trus ada yang mau beli trus gak ditanggepin trus begimane kalo di demo orang sak kompi? ntar malah customer gue pada ngacir semua. Sapa yang mau tanggung jawab??

Betewe lagi nih yah, rezeki mah nyang diatas yang diatur, yess. kita berusaha semampunya. EEeetapiii kalo kita udah percaya ada yang ngatur kenapa kita harus takut untuk menentukan jam buka-tutup lapak online kita? Meskipun online, boleh donk ada pemberlakuan jam buka-tutup malah saya pikir ini lebih membantu customer untuk menentukan waktu jual-beli. Kita pun bisa hidup teratur ndak diteriakkan customer selagi mengurus hal lain.  Dan si customer butuh untuk diperhatikan. Moso’ suami/istri kita tinggal demi fokus ke gadget untuk jualan demi mengejar duit 1 M siang – malam hajar blehhhh….?

Duilehhhh gak segitunya kelessss….

ada juga nyang begini nihhhh…,….

“gueeehhh udah capek kerja sehatian, jalan macet, kerjaan rempong belom lagi masalah ini itu”

Gue butuh gadget untuk nenangin diri, refreshing. liat utube, maen game, bahkan sampe online game bisa untuk nyari uang juga. Gak boleh kah?

Eitsssss.. bukan ndak boleh. boleh saja refsreshing atau sekedar menggunakan gadget untuk membuka berita dunia yang ndak sempat kita ketahui karna sibuk bekerja seharian atau untuk guggling informasi. Tapi semua ada batasannya. ndak harus sampe mencuek kan keadaannya.

Dan coba pikir-pikir lagi, sejenak tinggalkan gadget liat sekitar kita dengan mata hati. sebenanrnya ketenanngan itu ada di tempat yang bernama “rumah tempat kita pulang”. disana ada keluarga kita, kita bisa berkomunikas dengan mereka secara langsung, bertatapan, saling mendukung saling bercerita saling mencari jalan keluar jika ada kesulitan.

Sebenarnya, jiwa kita lebih butuh mereka untuk menenangkan diri setelah seharian sibuk mengejar rezeki. dan masih ada yang kuasa, tempat kita bertumpu🙂 . Mungkin kita hanya tidak pernah melihat atau kurang melihat sesuatu dengan lebih dekat saja…. menurut saya begitu…

Lain lagi ada yang beralasan begini…..

“EEEE… gue ni lagi mempererat tali silaturahmi. Nih.. loh udah banyak aja temen-temen lama gue pada ketemu di medsos. Kita bisa reuni nih. Mulai TK-SD sampe kuliah sampe reuni mantan pacar.. ehhhh??”

Ealaaaahhhh reuni yah boleh – boleh aja, silaturahmi wajib banget. Malah katanya, silaturahmi itu obat dari bermacam penyakit. Silaturahmi itu bisa memperpanjang umur, bisa nmabah rezeki , silaturahmi ituuu…..ituuu… dan sebagainya. Semua pasti setuju donk banyak manfaatnya. Malah dengan reuni kita bisa saling tolong menolong jika menemukan teman yang sedang kesusahan ^.^ ohhhhh so sweett….

Teman-teman yang tercecer ini dikumpulkan dalam sebuah grup. Ntah itu Bbm group, WA, Line, we chatt, dan apalah lagi banyak banget. Kalo perlu semua applikasi chatt dipasang. Eaaaaaa tambah gadget ndak pernah lepas dari tangan. Kelihatan banget sok sibuk nya nge-check sana nge-check sini…

Tapi saran gue hati-hati menjaga hati, terbawa suasananya itu… lama ndak ketemu saking hectic nya sampe gadget di tangan terus demi bales-balesan chatt yang itungannya lebih simple dibanding harus telpon-telponan. Kalo telpon-telponan kan aneh tuh, gue ngomong apa lagi yaa.. klo chatt kan bisa hanya mbales-mbalesin hal ndak penting…atau bisa hanya mengirim tanda baca, icon gambar dan lain lain atau broadcast sesuatu untuk memulai pembicaraan.

Tapi ya ndak sampe malem sampe laruttt mulai subuh bangun sampe malam kembali.. eee busyetttt gile ajeee.. kerjaan loe apa… ada loh sebagian yang mbelani (baca: melakukan apapun demi) pokoke ting tong… ada alert dari chatt langsung dibales… saya juga bingung ni orang kerjaannya kurang kali ya.. atau emang diaharus banget begitu ya keles…

itu cuma contoh 3 hal…

Banyak juga yang keharmonisan keluarganya terganggu karna gadget karna media chatt itu. Awalnya silaturahmi… banyakk cerita teman saya sendiri, sahabat, yang pasangannya selingkuh berawal dari gadget. iya donk, ndak semua pasangan memperbolehkan pasangannya memegang gadget miliknya. Sehingga dari situ kusak-kusuk tak terbaca. Dimulai dari hai hello…apa kabar, lama-lama jadi tempat curhat dengan pasangan yang bukan pasangannya, ngalor ngidul, berbicara/menulis hal-hal yang bisa membuat hati berdebar-debar, muncul perasaan ini itu,  kemudian muncul perasaan nyaman kemudian mulai bohong dengan pasangan resmi dannn…dannn..mulai banding bandingin lah dengan pasangannya.. astagfirullah.

Atau bertemu teman lama, yang rasanya dulu ndak sempet banyak cerita. sekarang berubah jadi menyenangkan. Menunjukan ke-eksistensian diri karna mereka belom mengenal diri kita yang sesungguhnya. kita sering dipuji ini itu. Jadi senang hati. melambung hati ini….

Atau ada yang paling mengerikan kita jadi korban kejahatan karna terlalu polos mengumbar hal-hal yang tidak perlu diketahui publik melalui gadget milik kita.

Tapi ndak semua begitu, tapi seringnya sangat susah untuk meng-offline-kan gadget nya. makanya itu saya sangat kagum dengan orang-orang yang konsisten menerapkan do and don’t terhadap gadget.

Ya masih banyak juga yang memepergunakan gadget nya secara bijak. Ada yang digunakan untuk mencari donasi atau membantu teman/orang lain yang kesusahan melalui jaringan networking media social atau chatt sosial di gadget. Tapi jujur, di jaman makin kesini. Istilah sekarang di jaman kekikinian banyak juga yang menjadi masalaaah,. secara kita tinggal di Asia yang menurut survey kemaren saya baca koran , pengguna smart phone paling banyak 2.5 miliar orang, Asia doank tuh.

Jujur saya kagum dengan orang – orang yang menggunakan gadgetnya dengan bijak. Misal tidak harus selalu membaca setiap chatt yang masuk,kuatir ndak dibales mati kali he he eh, atau yang weekend tidak memegang gadget. kumpul bersama keluarga. atau setelah pulang dari kantor atau saatnya tutup lapak online tidak megang gadget. atau anaknya yang semenjak kecil mempunyai waktu yang ditentukan dalam menggunakan gadget, lebih banyak memegang buku atau bermain selayaknya bermain dengan usia anak-anak. Saya punya loh teman yang kuatir banget anaknya candu gadget karna dia terlanjur mengenalkan gadget dan dia tersadar, akhirnya langsung mengalihkan pemebeljaran kreatif/membuat ketrampilan sendiri  dan membaca buku. tinggalkan gadget sejenak untuk Berkomunikasi dan bercengkrama dengana keluarga. Dan rezeki mereka ya adem ayem banyak ditambah lagi keluarganya harmonis.

Jadi siapkah anda dengan jadwal offline? tenang aja rezeki ada yang ngatur

Keluarga utamakan lah..

masa’ sak rumah, tapi komunikasinya via bbm/line/wa akkkkkkkkk tidakkkk mau jadi apa keluarga ini..

Komunikasi secara langsung sangat diperlukan karna kita manusia yang butuh tatapan mata dalam bicara.. eaaaa…..mata itu bisa bicara banyak loh. Sungguh!!! dari mata kita juga bisa tau ketulusan, dari mata kita bisa belajar kejujuran, karna mata ndak bisa bohong…

catatan:

Sekian opini dari saya, jadi tergelitik menulis ini gegara liat status seorang teman🙂 ini semua murni pemikiran saya yah..

One Response to “Kemewahan di jaman sekarang adalah mampu meng-OFFLINE-kan diri sendiri”

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kemewahan di jaman sekarang adalah mampu meng-OFFLINE-kan diri sendiri | ekkairianto - September 10, 2015

    […] Source: Kemewahan di jaman sekarang adalah mampu meng-OFFLINE-kan diri sendiri […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: