Ini tentang lari dan saya

29 May

1353536-olahraga-lari-780x390 Lari…. Baiklah, kisah saya ini berawal dari sebuah buku karya Ninit Yunita berjudul Mari Lari. Ceritanya terinspirasi menulis ini setelah selesai membaca buku tersebut. Untuk resensi bukunya, setelah ini saya tuliskan yaaa… Sekilas ketika membaca judul buku ini, saya tidak tertarik. Karena mungkin saya bukan penggila lari. Menurut saya berlari itu Capek!!!. Yap sangat capek teman, ngosh..ngosh an.. dan sejak SD paling males kalo udh pelajaran olahraga mesti disuruh lari mengelilingi lapangan di depan sekolah. Tetapi setelah saya mulai membuka lembar pertama, rasanya saya gak mau melepaskan buku ini dari tangan saya. Terus membaca sampai tuntas. Dan ajaib!!! saya mulai tertarik untuk berlari. Saya sempat beberapa kali berlari, bukan lari profesional. Hanya lari-lari kecil di pagi hari sekitar pukul 4 pagi sampai 5 pagi. Sejujurnya gak sampe satu jam-an sih. Itu juga dengan motivasi ingin menguruskan badan. Tetapi jujur ya, ada sesuatu yang lain ketika saya sedang lari-lari. lari-lari kecil tepatnya, karena saya gak sanggup untuk berlari cepat-cepatan. Saya seperti menemukan waktu yang panjang untuk menyelami hidup saya. Disaat lari-lari itu saya berfikir banyak, seperti rangkaian film yang diputar ulang di memory otak saya. Saya berfikir mengenai kejadian-kejadian yang menyakitkan hati saya, kejadian yang membahagiakan hidup saya, bahkan merencanakan sesuatu untuk hidup saya. Saya gak tahu apa yang ada di dalam fikiran pelari, atau orang-orang yang sedang berlari lainnya ya. Kalo saya seperti itu. apa karna saya tidak konsentrasi ya? tidak fokus pada berlari. saya juga ga ngerti yang benar yang seperti apa. Karna membaca buku itu juga saya jadi tahu sejarah lari marathon, dan sangat menyentuh hati banget. Tapi kalo saya lari marathon kayaknya belom sanggup. Hanya berlari biasa saja, untuk menjaga kesehatan🙂 Satu hal lagi, ketika saya berhasil untuk berlari di pagi hari. Saya telah berhasil memenangkan melawan kemalasan. Godaan banget tuuu… lari di pagi hari setelah shalat subuh he heh ehe…. Tapi ntah kenapa juga, setelah lari di pagi hari, kok sepanjang hari itu badan saya seger banget. Dan rasanya hidup itu terasa positif terus… Tulisan ini murni menurut pandangan saya mengenai lari di pagi hari versi saya, dan menjadi ingin menulis ini setelah membaca buku mari lari. Dan positive, menurut saya lari itu menyenagkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: