Bermain dengan Anak Keterbelakangan Mental, Bergetarnya disini (tunjuk-dada)

19 Nov

Bagian depan gedung pertemuan

 

 

Teman semua, saya ingin membagi pengalaman saya berjalan dan melihat.

Tanggal 26 september 2014 saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah panti atau ponsos (Pondok sosial) dengan alamat villa kalijudan indah surabaya. Ponsos ini punya Pemkot kota surabaya. Istilahnya UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah). Bingung ya? ribet banget bahasanya. Teman-teman ga usah pusing deh menyebut tempat ini. Kalau pun pengen nyebutnya panti untuk anak keterbelakangan mental juga boleh kok. Yang pasti ini panti didanai oleh pemerintah kota surabaya. Kunjungan saya kali ini , untutk kesekian kalinya, Dahulu ketika masi menjadi mahasiswa , sekarang udah tuwir hiks..hikss..

Dahulu juga saya tidak berkesempatan membagi cerita ini di dalam blog. Belum mengenal Blog. Padahal saya merasa Blog membuat setiap orang bisa lebih detail dalam bercerita, bisa lebih leluasa menceritakan apa yang mereka lihat, apa yang mereka rasakan dan membaginya dengan banyak pembaca blog.  Tujuan saya hanya ingin sharing, Bukan untuk sok sosial. tidak sama sekali. Tujuan saya berbagi info yang  mungkin teman-teman pun belum banyak yang tahu tentang tempat ini. Dan jika punya waktu senggang bisa bermain kesini.

ponsos 8

Saya coba menjelaskan sedikit, jadi di panti ini ditinggali dua kelompok. kelompok pertama adalah mahasiswa berprestasi yang tidak mampu secara biaya hidup , warga surabaya, yang ingin menempuh pendidikan di bangku kuliah. Di tempat ini disediakan tempat tinggal (asrama) bagi mahasiswa  tidak mampu tersebut. Tentu saja mereka harus berprestasi, dan benar-benar tidak mampu untuk membiayai kuliahnya. Istilahnya pemkot akan mengasuh mereka sebagai bibit unggul. Maka nama laim tempat ini adalah, asrama bibit unggul bagi mahasiswa tidak mampu. Sebelum diterima dan dibiayai mereka akan dites terlebih dahulu, dan lulus syarat administrasi seperti, surat keterangan tidak mampu, kartu keluarga, rekening listrik dan lain lain.

Nah, Istimewanya tempat ini yang ingin saya sharingkan adalah asrama satunya lagi. Di lokasi dan tempat yang sama. Disinilah pemerintah kota surabaya mengasuh anak-anak keterbelakangan mental. Selain itu anak-anak yang epilepsi, tuna wicara, down syndrome juga ditampung disini. Bagaimana mereka bisa disini?

ponsos 3

 

ponsos 6

Ketika saya menunjungi mereka, ternyata mereka sedang berolahraga di hari jumat. Menggunakan seragam olahraga. Dengan senyum ramahnya, mereka sudah mengintip saya sejak saya memarkir kendaraan saya. Dan dengan camera di tangan saya, saya mencoba memotret mereka dari kejauhan sembari berjalan mendekati mereka. Salah satu dari mereka cewek berpotongan rambut pendek seperti cowok ini langsung menggadeng tangan saya. Tertawa renyah dengan muka lucu nan polos, “mbak..mbakeee… sini mbak.sini mbak…” mereka menyeret saya ke kumpulan teman-temanny ayang lain. Kemudian beberapa anak tunagrahita mulai mengerubungi saya, menyalami saya, menggelayuti lengan saya. Mereka tertawa-tawa seakan senang sekali jika ada yang mengunjungi mereka.

Bercerita dengan slah seorang bapak pendamping mereka, yang kebetulan sehari-hari pun tinggal bersama mereka. Saya bertanya dengan asal usul adik-adik ini. Beberapa diantaranya adalah cakupan dari jalanan. Artinya mereka terlantar dijalan. Sementara ditampung sambil mencari informasi tentang keluarganya. Tetapi banyak juga yang sampai bertahun-tahun akhirnya menetap di ponsos ini. Kemarin, tanggal 11 November 2014 saya berkesempatan lagi mengunjungi tempat ini. Kebetulan ada teman yang lagi ada rezeki ingin berbagi ,menyalurkan sebagian rezekinya dan kebetulan bertepatan dengan anniversary pernikahan serta ultah suaminya. Beliau berpikir daripada uangnya digunakan untuk makan2 ataupun beli kue tart mending untuk berbagi kepada sesama. Dia mengontak saya dan berdiskusi akhirnya saya sarankan untuk membeli kue dan makanan kecil untuk adik-adik saja. Jumlah mereka adalah 46 orang dengan 6 pendamping yang mengurus kebutuhan mereka sehari-hari. Sesampai di tempat ini, pengurus mengatakan kepada saya bahwa jumlahnya sekarang 45 orang. Alhamdulillah yang seorang lagi, Down syndrome telah ditemukan orangtuanya yang ternyata anak ini asli dari Brebes (saya agak lupa klo ga Brebes mungkin Banyumas daerah luar jawa timur).

Cerita punya cerita, ternyata anak yang down syndrome ini ntah bagaimana cerittanya, terikut bis dan sampai di kota surabaya. Terlantar di jalanan dan diambil petugas. Akhirnya sementara tinggal di Ponsos kalijudan ini. Waktu berlalu tidak ada juga kabar dari orang tua atau pun keluarga yang kehilangan anak. Akhirnya setelah 4 tahun berlalu ditemukanlah kabar baik itu. dan 10 November 2014, anak ini berkumpul kembali dengan keluarganya.

Ada cerita lain lagi. beberapa anak disable yang tinggal di ponsos adalah yang di jadikan bu Risma Walikota surabaya sebagai anak angkat. Di didik disini, diberi tempat dan makanan yang layak supaya mereka berkehidupan cukup dan bahagia.

ponsos 10

 

Kemudian setelah bercengkrama dengan adik-adik, saya mengantarkan mereka menunggu untuk diperiksa kesehatan. Ternyata secara rutin ada pemeriksaan disini. Saya sempat berbincang dengan pendamping juga, sakit apa yang paling sering diderita adik-adik. Ohhh.. ternyata sakit ringan seperti flu, pilek dan batuk. Kemudian sakita gatal-gatal seperti sakit kulit gitu sering dialami adik-adik.

Pandangan saya tiba-tiba terlihat pada salah seorang anak lelaki. Terlihat biru lebam di pinggir mata, pipi dan mulut. Matanya pun bengkak. Ya allah… sambil mbatin. Apa dia di bully dan berantem ya. Saya tanyakan kepada pendamping. Ternyata bukan karena berantem. Adik kecil ini adalah penderita epilepsi yang terkadang kambuh sewaktu-waktu. Karena itu dikala tidur, disiapkan tempat di bawah, agar sewaktu-waktu juka kambuh dimalam hari tidak ngguling jatuh ke bawah. Dilala nih, ntah kenapa tanpa sepengetahuan pendamping. Yah namanya juga anak-anak , dia diajak tidur diatas tempat tidur. Dan benar saja, kok kebetulan juga kambuh. adik kecil ini kejang-kejang dan bedebum jatuh lah dari tempat tidur😦

Perjalanan pun saya lanjutkan menuju gedung pertemuan. Tempat anak-anak berkumpul. Sangat luas dan nyaman dengan beberapa standing ac. Terlihat juga ada perlengkapan musik. Ya, biasa, anak-anak berkebutuhan khusus mempunyai bakat seni, termasuk musik. Bahkan mereka dilatih dengan sangat baik dan menciptakan musik yang sangat indah.

ketika saya sedang di dalam gedung pertemuan saya melihat beberapa lukisan. Saya takjub melihat ruangan sekitar ini. Saya melihat jejeran lukisan. Ternyata bakat seni mereka benar-benar menghasilkan lukisan yang indah. Mereka menyalurkan emosi, buah pikirin mereka ke dalam lukisan. Karena itu banyak lukisan mereka yang menurut saya dapat “berbicara” banyak.

ponsos 9

Langkah saya terhenti pada sebuah lukisan yang membuat saya terdiam lama dan meneteskan airmata. Tetiba saja saya teringat almarhum bapak saya. Lukisan ini berbicara arti merindu pada ayah. Mungkin juga rindu dengan rumah. Rindu dengan kasih sayang..😥 . Di dalam lukisan ini tertulis jelas, “Rizky rindu sama bapak”.

Mulyorejo-20140926-02429

Rizky rindu sama bapak

 

Mulyorejo-20140926-02430

Lukisan karya rizky yang lainnya

 

 

Mulyorejo-20140926-02434

Lainnya

Mulyorejo-20140926-02432

Ada juga hasil karya teman-teman yang lain seperti ini:

Mulyorejo-20140926-02427

Semua milik ponsos kalijudan

Mulyorejo-20140926-02419

Perjalanan saya untuk “melihat” berakhir di gedung pertemuan dan melihat lukisan karya anak-anak berkebutuhan khusus yang sangat berbakat. Berjalan dan melihat itulah yang seharusnya sering kita lakukan. Jangan menutup mata. Melangkah lah dengan perlahan tapi pasti. Lihat sekitar dengan seksama maka akan banyak pelajaran dari kehidupan yang bisa mengajri kita banyak hal. Pelajaran abadi yang diajarkannya adalah pandai-pandai lah kita bersyukur atas diri kita sendiri.

ponsos 1

 

Semoga perjalanan saya kali ini bisa membagi hikmah bagi teman-teman pembaca🙂 Silahkan bagi teman-teman yang ingin mengunjungi dan bermain dengan adik-adik di ponsos Kalijudan, saya yakin mereka akan sangat bahagia. Tidak melihat apa yang kita bawa. Tetapi kebersamaan dengan mereka.

Salam,

eka🙂

4 Responses to “Bermain dengan Anak Keterbelakangan Mental, Bergetarnya disini (tunjuk-dada)”

  1. Hindiarto santoso July 3, 2016 at 9:01 am #

    Tlg minta alamatnya

    • ekkairianto July 13, 2016 at 5:36 am #

      alamat komunitas mata hati. jl. rungkut asri 13 no.16 (RL blok 3 F no.18) surabaya

  2. heru setiawan July 22, 2016 at 2:29 pm #

    sejenak menjernihkan batin..betapa kita bersyukur atas semua nikmat yang Alloh berikan kepada kita. monggo dolan juga ke liponsos keputih untuk melihat sisi kehidupan yang lain..

    • ekkairianto September 7, 2016 at 10:31 am #

      iya pak. benar. alhamdulillahh sejak saya kuliah tahun 2005 an sudah sering mengunjungi liponsos keputih maupun ponsos kalijudan tempat anak anak insan tunagrahita…
      semakin membuat kita bersyukur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: