Bahagia itu apa?

7 Nov

“Bahagia itu ketika kau bisa memaapkan hatimu dan kau bisa berdamai dengan dirimu sendiri” . Bahagia itu tidak bergantung pada orang lain. Bahagia itu bergantung kepada diri kita sendiri. Karna sebenarnya yang menciptakan kebahagiaan itu ya kita sendiri. Ketika kita mulai berfikir dan bertanya tanya, kenapa bukan aku yang sebahagia seperti dia. Kenapa dia yang mendapatkan banyak hal. Maka, virus jahat yang bernama “Prasangka buruk” telah berhasil mematikan semua energi baik dalam diri kita.

Mulyorejo-20140926-02427

Sepagi ini adik mengirimkan sebuah bbm. Dia menuliskan , “ka, ko lagi sibuk? aku lagi palak kali ni” ( palak: kesel banget).

Aku bertanya kenapa? dan mengalir lah semua tulisannya dalam barisan kata-kata panjang text message bbm.

Dia bercerita, dia  lagi kesel dengan seorang temannya. Kaya, disukai bayak orang, aktif di media sosial dengan segala kekayaannya. Bahkan suami adik ku  ni pun, menurut adik ku. Sangat memuja si suami istri – temen adik ku ini. Bahkan path si istri temennya ini sering di like suami adik ku ini ketika menampilkan foto bayi mereka. Ketika mereka sedang kumpul terlihat suami adikku ini sering memeluk sayang anak temen mereka.

Sampe suatu waktu, saking palak nya, adik ku yang sedang hamil ini berucap, “jangan sampe ya kau lebih sayang anak orang dibanding anak sendiri”. Di lain waktu, ketika tahu bahwa istri temen ini sedang hamil. Suami adik ku pun ku ikut bertanya kita mau punya anak berapa? adik ku yang ntah masi palak. Merasa tersinggung, merasa gak mau dibandingkan hidup nya dengan orang lain.

Adik ku pun sampe cerita kepada aku, kau tau ka, mereka itu kaya. Bergelimang harta, padahal hartanya itu harta orang tua. orang tua mereka yang sering memberi banyak. suaminya biasa aja lah. malah pelit pun ke istrinya. sampe-sampe anak mereka pun sering diberi harta olrh orangtua istrinya. aku lama-lama malah berpikir, masa’ suami aku suka dengan istri temen ku itu ya. kyak memuja bgt.

Akhir text message yang dikirimkan ke aku, ka, apa aku terlalu minder dengan cewek itu ya?. Aku hanya menjawab satu. Kau sedang iri dengan kebahagiaan orang lain.

Alam bawah sadarnya telah menciptaka rasa tidak syukur terhadap kehidupannya, yang menurut saya itu sudah lebih dari cukup untuk dikatakan kaya. Mempunyai suami yang sangat mencintainya. Kenapa ragu? aku berkata kepada dia. Kamuu harus yakin. Kamu harus tanamkan di dalam pikiranmu. Bahwa suami mu ini adalah pilihanmu dan dia sangat sayang serta cinta.

Cobalah melihat dari sisi lain. Melihat dari sisi suami mu. Bahwa yang dia lakukan itu adalah semata-mata sudah rindu untuk segera menggendong anak mu yang sebentar lagi lahir dalam hitungan bulan. Menanyakan tentang berapa anak yang diinginkan pun itu hanya sekedar basa basi percakapan suami-istri, percakapan tentang impian kedepan rumah tangga. Akuu rasa itu pun dalam batas wajar saja.

Kalo yang kita pikirkan selalu saja  melihat sisi kemewahan dan kehidupan orang lain dan dari sisi kenapa ya mereka  bisa sebahagia itu. Maka hidup kita pun ga akan cukup menanggung semua matinya sisi kebahagiian kita sendiri. Toh, bersikap seperti ini juga ga akan menambah pundi-pundi uang kita. Makanya ketika kita siap untuk mempunyai media sosial, kita pun harus menyiapkan hati kita dan bersyukur. Karna sering medsos menampilkan lebih banyak kenikmatan duaniawi. Padahal kekuatan sharing di medsos pun bisa kita gunakan untuk kegiatan berbagi ilmu, informasi, berbagi hal yang dapat membuat kehidupan orang lain menajadi lebih baik. Tapi itu yang bisa melihat sisi lainnya medsos. Tidak semuanya.. sayangnya seperti itu.

Itu lah kenapa aku selalu bilang,

Berteman lah dengan banyak orang, berteman lah dengan berbagai macam orang. supaya hidup kita pun gak hanya melihat dari orang-orang  indah saja. kita bisa melihat orang lain yang dengan segala keterbatasan mereka bertahan hidup. adik-adik ku yang dari penyandnag cacat, teman-teman ku itu yang selalu membuat ku melihat dari sisi lainkehidupan ini.

Berjalan lah lebih jauh dan melihat lebih dekat. Semakin banyak kita berjalan semakin banyak kita melihat hal-hal diluar kehidupan yang sering kita jalani. Membuka pikiran kita akan macam-macam kehidupan yang belom pernah kita alami. Mengantarkan kita kepada proses berpikir yang lain.

diakhir kata, CAPAILAH kebahagiaan mu snediri dengan tangan dan kaki yang kau punya. Dan jangan, jangan pernah berharap orang lain akan mengantarkan kebahagiian itu kepada dirimu. KAU yang MENCIPTAKANNYA.

Bahagia itu dengan berdamai dengan hati kita

Salam sayang dari adik ku down syndrome🙂 dia selalu bahagia dna tertawa.. Dan berdoa semoga kita pun akan bahagia selalu

Surabaya, 7 November 2014

Renungan di pagi ini,
aku bahagia karna aku🙂

One Response to “Bahagia itu apa?”

  1. arie June 16, 2015 at 6:38 am #

    Tempat curhat ku, tempat keluh kesah ku, kalau lagi mencermati suatu masalah ga prnh melihat dari satu sisi, jika adiknya salah ya tetap salah, itulah kakakku “eka”… :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: