Keterbatasan « mari tembusi batas itu »

5 Dec

Selamat hari penyandang cacat internasional… Tetapi sekarang tidak menyebut teman-teman yang terbatas itu dengan sebutan “penyandang” sekarang diganti “disable” atau disabilitas. Jadi, selamat hari disabilitas. Tahukah teman, peringatan Hari disabilitas yang kita ketahui setiap tanggal 3 Desember ini lahir melalui resolusi Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini menjadi penting karena mengandung makna pengakuan akan eksistensi terhadap para disabilitas sekaligus merupakan peneguhan komitmen seluruh bangsa penjuru dunia untuk membangun kepedulian bagi perwujudan kesetaraan dan kesejahteraan disabilitas.

tari pegon-tuna rungu

Citra, 3 SMP. Tuna Rungu. Tari Pegon

Alhamdulillah. Setiap tahun saya selalu diberi kesempatan untuk menjadi bagian penyelenggaraan peringatan ini. Rasanya selalu saja tergenang airmata setiap saya berdekatan dengan mereka semua. Saya tidak lebay, cuma saya merasa sangat malu dengan diri saya sendiri yang selalu saja lupa untuk bersyukur. Mereka seakan-akan memperingatkan saya atas segala ke-ada-an saya. Saya pikir penting untuk terus mengadakan acara seperti ini. Tentu saja kalau bisa tidak hanya diadakan setahun sekali dan banyak pihak yang mengadakan. Kenapa penting? Saya pikir, sungguh amat sangat mulia bagi sesiapa saja yang menciptakan ruang untuk mempersilahkan teman-teman disable mempertunjukkan segala kebolehannya. Itu penting teman!! Percayalah. Dengan melakukan itu sama saja kau memberikan setengah dunia khusus untuk mereka. Mereka dapat berbagi kebolehan, kreatifitas, menyuarakan sesuatu serta melakukan yang ingin mereka lakukan dan membuat dunia melihat mereka. Satu kata: Melihat. Yap.supaya kita lebih aware dengan mereka, memberi ruang itu untuk mereka. Mereka sama kok dengan kita. Cuma kadang, sering kesempatan kesempatan itu sering gak didapat mereka. Karena keterbatasan fasilitas dan sebagainya. Tapi jangan salah. Teman-teman ini tidak menyerah. Dengan cara-cara yang kadang mereka ciptakan sendiri, mereka berhasil mendapat kesempatan itu.Mereka menerobas keterbatasan. Tetapi, belum semuanya berhasil. Dan itu hanya sebagian kecil. Yuk.. Kita buka tangan, buka semua pintu untuk mereka. Bisa apa saja loh bisa kita ciptakan untuk teman-teman disable.

Teman-teman tuna daksa

Teman-teman tuna daksa

Saya pengen cerita sedikit. Kebetulan beberapa temen disabilitas (baca: cacat) secara materi dari golongan yang tidak mampu. Tetapi sebagian dari mereka juga golongan mampu bahkan ekonomi menengah keatas. Khususnya beberapa teman down syndrome saya, selalu di dampingi suster/babysitter ketika sedang bersekolah di sekolah khusus cacat. Pernah nih,saya sedikit sedih dengan celetukan seorang temen saya ketika saya ajak berbahagia bersama adik-adik downsyndrome di suatu sekolah cacat. Dia menyeletuk, “loh,ngapain? Kan mereka kaya-kaya”. Ups… Saya kaget. Kemudian saya balik mengajukan sebuah pertanyaan. “Kamu mau bertukar dengan orang tua atau keluarga itu? Bukankah setiap orang meminta untuk diberikan tubuh lengkap tanpa ada satu kesalahan?”. Saya berkata begini bukan berarti Tuhan salah menciptakan teman-teman cacat. Tidak. Mereka adalah ciptaan terbaik Tuhan dengan segala yang ada pada diri tiap mereka diberikan sesuatu yang kita pun tidak dapat melakukannya.

Apapun itu mereka tetap berusaha dengan caranya sendiri untuk mandiri. Mencoba tidak bergantung. Saya punya teman. Bernama dani. Beliau tuna netra, sebenarnya tidak sejak lahir. Tetapi ketika berumur 4 bulan mengalami demam tinggi dan terjatuh dari tempat tidur. Bermulai dari sinilah awal kebutaan dani. Meskipun tunanetra tetapi semangatnya melebihi kita yang tidak tunanetra.  ketika dulu SMA dani sekolah di sekolah normal bukan sekolah anak cacat. Tentu saja, dani harus belajar berkali lipat lebih berusaha dibanding teman sebangkunya. Dia tidak dapat melihat tulisan di papan tulis. Dani mencatat semua yang dia dengar di kertas jepretan beberapa lembar majalah bekas atau kertas manila/buffalo. Butuh kertas yang agak tebal. Agar jarum stylus (alat tulis tunanetra) dapat dengan sempurna merangkai tulisan braille. Kelak ketika kuliah dani sudah memanfaatkan teknologi flash disk/usb perekam suara untuk merekam suara dosen untuk bahan belajar ketika di rumah. Di rumah dani bangun lebih pagi dari kita. jam 3 pagi dani telah belajar bersama ibunya untuk dapat dibacakan buku paket pelajaran sekolah. Ya. karena dani sekolah di sekolah normal. Buku pelajarannya pun ikutan bukan bertulisan braille. Selain itu dani jug ameminta bantuan ibunya untuk membaca buku catatan pelajaran teman sekolahnya. Selain itu dani menggunakan ingatan dan otak nya untuk menghafal semuanya dengan baik. Tidak diragukan lagi dengan usaha berkali-kali lipat melebihi kita yang normal dani meraih prestasi ketika SMP/SMA maupun kuliah. IPK nya diatas 3. Wahhhh saya sampai malu hati, saya aja ber IPK 3 kurang sedikit. he he he he ,..

Berjalan , bersekolah maupun melakukan aktivitas dani terbiasa sendiri secara mandiri menggunakan angkutan umum. Dia tidak terbiasa diantar kedua orang tuanya. Ia ingin membiasakan diri untuk bisa hidup seperti yang lainnya. “Bagaimana kalau keluarga dan orang tua saya meninggal semua dan saya belum bisa mandiri melakukan semuanya sendiri? saya tidak mau merepotkan orang lain. ” ,dani berkata kepada saya. saya mbatin dalam hati. Iya juga ya. meskipun dani terbatas, dia sangat ringan tangan untuk menolong orang lain bahkan dia bersedia datang ke rumah orang yang membutuhkan bantuan. Kebetulan dani pintar dalam teknologi. Wah.. kalau cerita soal dani tidak akan ada habisnya. Suatu saat saya akan bercerita mengenai dani lagi he he he he …..

IMG-20131204-00704

Kolaborasi teman-teman down syndrome dan tuna wicara

Sekilas itulah sedikit cerita kemandirian dari teman-teman saya yang tuna. Meskipun terbatas mereka bisa menembus keterbatasan itu. Dan saya belajar banyak tentang kehidupan dari mereka. Dan selalu saja menjadi cambukan bagi saya untuk tidak mudah merengek terhadap kehidupan yang saya lalui. Tetapi terkadang masih sering merengek saya nya. Pfiuhhhh…. itulah saya selalu bilang saya ini kurang bersyukur. Sering lupa bersyukur dengan semua yang ada.

Bukan apa-apa, kadang syukur itu harus kita ucapkan dg lisan, kita tuliskan dengan kata-kata, supaya kita selalu ingat. Meski sejatinya ia muncul dari diri kita.

Tidak menyerah, dan terus berusaha untuk memberi manfaat kepada sesama dengan segala keterbatasan mereka. Mereka mampu menembus batas itu.

Maka nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?

4 Responses to “Keterbatasan « mari tembusi batas itu »”

  1. clarissanindya February 8, 2014 at 11:14 pm #

    Baca cerita nya Dani.. mendadak mbrebes mili.. hehehe ngomong2 itu acara di bubutan, surabaya ya?

    Oya.. salam kenal..🙂

  2. evi May 16, 2014 at 1:50 pm #

    anakku jg “turu” alias tuna rungu.. masih bingung mencari sesuatu yg menjadi “kelebihannya”.. aq sangt yakin, Allh menciptakn serba dua, ia memiliki kekurangan, aq sangat sangat sangat yakin Allah jg memberikan kelebihan padanya… entah ya kelebihannya itu apa… sampai sekarang aq blm menemukan hak itu di anakku….

    • ekkairianto May 19, 2014 at 9:40 am #

      halo mbak evi. kalo boleh tahu umur anaknya mb evi brp tahun?insha allah saya yakii iya akan menemukan bakatnya. oiya mbak.jikalau boleh saya memberikan pendapat.berikan banyak pengalaman hidup untuk anak mb evi. seperti “berjalan” dan “melihat”. ajak iya ke tempat keramaian.agar tidak canggung dan terakhir pastikan iya diajak utk berkumpul dgn komunitas teman-teman tunarungu maupun kegiatan lainnya🙂 selagi orang tua masi ada, ijinkan anak mb evi utk diajarkan mandiri. agar kelak ketika org tua nya tidak ia tidak perlu bergantung dg siapa pun. ia kan mandiri. yakinlah mbak.kesempatan dan peluang ada itu akan selalu untuk memberi kesempatan kita dan (anak) untuk belajar.
      mohon maap jika kata saya ada yg salah. semoga mb evi berkenan dengan kalimat-kalimat saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: