Sagarmatha Movie

30 Nov

SAGARMATHA MOVIE

sagarmatha movie

sagarmatha movie

Gaung film ini akan diputar dibioskop pada tanggal 28 november 2013 sudah sampai ke telinga saya melalui timeline twitter. Dan pastilah saya sudah sangat penasaran, begitu – kepo -nya saya, sampai sampai saya selalu update berita terbaru perkembangan film ini, kira-kira 10 hari-  2 minggu -an sebelum film ini akan diputar. Saya lupa tepatnya. Baik website officialnya, facebook , twitter selalu saya pantengin setiap harinya. Saya yang tidak mengerti film indie, tidak pernah tau nama crew yang terlibat (ini karena saya kuper yaaa..), juga ikutan menjadi bagian per-kepo-an saya, saya cari tahu semuanya. Dan ketika lagu-lagu dalam film ini telah diupload di sound cloud, hampir setiap hari saya dengerin. Dan jujur ntah kenapa saya jadi semangat, semangat menulis, semangat mengejar mimpi. Padahal saya belum melihat film ini. Mengenai tentang film ini, bercerita apa, tentu saja saya telah membaca sinopsisnya, dan itu melekat kuat di pikiran saya. Gila menyentuh banget.

Sebenarnya, dahulu banget saya tidak suka dengan petualangan di gunung. Saya merasa seperti membuang nyawa, dengan ekstrim nya pendakian. Tapi sekarang jangan ditanya saya jatuh cinta gunung. Meskipun saya baru mengenal gunung dan pendakian awal november tahun ini. Tapi rasanya saya udah seperti lama cinta gunung. Makanya ketika saya mendengar ada sebuah film tentang mimpi dan berlatar belakang petulangan di gunung. Saya langsung mencari tahu. Ini lah awalnya mengapa saya sangat Kepo (ingin tahu banget) dengan film sagarmatha ini.

Baiklah, inilah sinopsip film sagarmatha.

Berawal dari dua orang sahabat, Shila (Nadine Chandrawinata) dan Kirana (Ranggani Puspandya) yang mempunyai mimpi untuk dapat mencapai himalaya, mendaki pegunungan. Sagarmatha sendiri mempunyai arti kepala langit, begitulah penduduk Nepal menyebut Himalaya.

Lewat India, mereka bertualang masuk ke perbatasan Nepal. Sepanjang perjalanan, mereka menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seputar hidup dan kematian, kedewasaan, cinta dan harapan.

Berlatar mount everest

Berlatar mount everest

Dan tanggal 28 November 2013 lalu saya mendaki bioskop. Tepat ketika film ini akan diputar serentak di seluruh Indonesia. Film indie yang melalui proses panjang untuk dapat selesai secara apik nan sempurna. Bayangkan saja syuting film telah dilakukan sejak 2009. Tak hanya cerita penuh tantangan yang ada di film, kisah dibalik pembuatannya juga menarik untuk disimak. Mulai dari kru yang terkena badai selama seminggu, persediaan makanan dan minuman yang terbatas, hingga membakar jins karena tidak adanya kayu kering untuk membuat api unggun.

Nadine mengisahkan, meskipun penuh tantangan dan ketebatasan, termasuk keterbatasan dana, keinginan dan kreatifitas para kru untuk menyelesaikan film ini tetap kuat.
Tanpa sponsor, hanya bermodalkan pertemanan dan semangat, akhirnya film besutan Emil Heradi yang dipersiapkan sejak 2009 ini dapat dinikmati pecinta film tanah air. Hal ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa siapa pun, walau penuh keterbatasan, tetap bisa berkarya.

Mungkin inilah yang membuat saya merinding dan ikut merasakan semangat dan mimpi semua kru dan pemain yang terlibat dipembuatan film ini sampai kepada penonton termasuk saya.

Saya ingin bercerita sedikit tentang film bagus ini. Cerita yang ber alur maju-mundur-maju-mundur dan begitu terus. ber Genre drama psikologis persahabatan. Dan ini menurut saya ending-nya sangat WOWWW tidak akan bisa tertebak dan sangat manis mengakhirinya. Bukan film pop  Indonesia biasa yang sering diputar di bioskop. Dan jangan kau pikir seperti film limasenti yang sangat pop dan lurus lurus saja.

Mengapa saya bisa bilang begini? karena teman saya yang nonton bersama saya sangat dibuat bingung oleh film ini. keluar bioskop dia sempat banyak bertanya dengan saya. Saya malah senyum-senyum saja. saya suruh dia browsing di internet, mungkin ada ulasannya. Dan sampai keesokan harinya, rasa penasaran dia juga belum hilang. Dia kembali mengirim pesan bbm ke saya, bertanya sebenarnya ceritanya bagaimana? apa kirana mati beneran?

Nah loh???

Saya menjawab, saya juga masih asumsi kok. Saya takut aja ngejawab dan ternyata apa yang saya pikirkan itu salah. Saya coba browsing juga ternyata belum ada yang mengulas ya.

Mengikuti awal cerita adalah kedua sahabat yang satu hobi menulis yaitu shila dan kirana hobi fotographi. settingan awal film sudah menunjukan mereka berada di India. Menikmati kota dengan hobi masing-masing. kemudian jalan cerita memutar ke settingan masa lalu ketika mereka berkenalan pertama kali saat duduk di bangku kuliah dan mempunyai mimpi untuk mendaki himalaya. Akhirnya mereka yang sudah di India memutuskan untuk berangkat ke Nepal. Pintu gerbang menuju Himalaya. Sesampai di Himalaya mereka meneruskan hobi masing-masing dan sempat berjanji membuat buku bersama.

Dan Perjalanan panjang yang melelahkan, keinginan untu kembali pulang ke rumah, konflik diantara mereka berdua mulai bermunculan ketika mereka mulai menapaki kaki menuju pokhara dan menaiki himalaya. Kemudian di tengah jalan shila memutuskan berhenti, dan tidak mau meneruskan perjalanan. Sedangkan kirana tetap ingin meneruskan perjalanan sesuai dengan janji dan mimpi mereka berdua. Disinilah alur mulai bergeser kembali kebelakang mundur, tiba-tiba settingan menunjukan mereka sedang mendaki gunung merapi. Mereka berdua bersama-sama melakukan pendakian. Dan sampai pada sattu cabang jalan mereka memutuskan pisah. Disinilah kata kunci yang membuat saya sadar, Kirana berkata kepada Shila. Pada akhirnya semua orang akan sendiri.  Kata-kata ini diteriakkan shila kepada kirana ketika shila memutuskan tidak akan melanjutkan perjalanan menuju himalaya.

Kembali settingan di percabangan jalan turun pendakian merapi, meraka pisah ke kiri dan ke kanan. Dan akhirnya shila tiba dibawa.Waktu bergulir, shila mulai cemas kenapa Kirana belum juga tiba dibawah. Dan shila meminta tolong tim SAR Merapi untuk mencari kirana. Dan sangat tidak bisa diduga, kirana telah meninggal akibat terjatuh.

Jadi…????

Apakah shila dan kirana benar-benar melakukan perjalanan India dan Himalaya? bukankah kirana telah meninggal ketika mereka melakukan pendakian ke merapi? Dan itu dilakukan jauh sebelum mereka ke Himalaya?

Menurut saya, JIKA Film ini hanya bercerita tentang angan-angan shila berangkat ke himalaya untuk mewujudkan mimpi mereka berdua. tetapi jika ini hanya angan-angan tanpa shila beneran berangkat kesana. Bagaimana dengan tatoyang ada di belakang leher shila yang dibuat di Nepal dengan gambar persis seperti mata kalung yang diberikan kirana ketika shila ulang tahun?

Jadi,

Menurut saya film ini menggambarkan persahabatan dua orang yang mempunyai mimpi mendaki himalaya. Tapi sayang hal ini tidak bisa diwujudkan bersama karena kirana mengalami kecelakaan yang menyebabkannya kehilangan nyawa ketika mereka melakukan pendakian ke gunung Merapi. Akhirnya shila tetap mewujudkan keinginan dan mimpi mereka dengan melakukan perjalanan panjang. Berangkat ke India sekaligus mengusir segala rasa gundah yang menggelayuti hatinya karena berbagai peristiwa, kehilangan sahabatnya dan tunangan yan mengajaknya menikah. Perjalanan ini dimaksudkan sebagai pencari banyak jawaban dari segala pertanyaan kehidupan shila. Kirana yang selalu ada menemani shila itu adalah ilusi saja. Karena sebenarnya kirana telah meninggal dunia. Tato yang dibuat shila dengan motif kalung yang diberikan kirana pun dilakukan di Nepal.

Sampai akhirnya, shila mulai mendaki himalaya seorang diri dengan ditemani bayangan kirana, shila mulai menemukan jawaban-jawaban atas semua pertanyaan itu dan iya mulai tersadar. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dan terjadilah dialog antara shila yang nyata dan bayangan kirana.

“Elo yang sudah meninggalkan gue duluan….” , dan elo juga yang bilang, pada akhirnya kita akan sendiri…… ucap Shila.

Tak lama kemudian shila mulai memutar badannya untuk kembali dan perlahan lahan bayaangan kirana menghilang. cerita kembali ke setting merapi ketika kirana menghilang.

Begitulah ceritanya….

Nah, saya jadi menyadarinya ketika dua kalimat itu diucapkan shila (Nadine Candrawinata) , berarti kirana emang udah mati, itulah yang dimaksudkan “sejak awal elo udah ninggalin gue”…

jadi smeua ini adalah ilusi atau bayangan shila saja melakukan perjalanan bersama kirana.

Nah, apa saya bilang…. uapikk tenan ya filmnya. Mana ini adalah film berjenis road trip dan seperti memanjakan mata untuk travelling secara backpacking. Pemandangannya indahhhh banget, make up dan akting kedua pemain yang sangat menjiwai dan natural dan benar-benar masuk ke perannya masing-masing. Di dukung oleh sutradara Emil Heradi yang jenius, penulis naskah dan script yang pinter, anggi sbg cinematographer yang ciamik pol, dan semua tim yang terlibat. Khususnya yang 10 orang yang ikut proses langsung selama pembuatan film di india dan nepal. hebat bin keren euy semuanya.

Jadi ini bener-bener film yang wajib ditonton yaaaa.

Oiaaaa mohon maap kalo asumsi saya tentang cerita di film ini salah, ini hanya lah menurut pemikiran saya jalan ceritanya itu seperti itu… he he he he he…. jadi saya belum tentu benar. Hanya dugaan saya saja…

7 Responses to “Sagarmatha Movie”

  1. kang_ulid November 30, 2013 at 4:44 pm #

    josssss…. jadi pengen nonton nih…

    • ekkairianto December 5, 2013 at 6:17 am #

      mari mendaki bioskop.. he he he he..
      setelah nonton nanti, silahkan menjawab sendiri peranyaan yg banyak muncul . boleh kok mengartikan menurut versi sendiri…🙂

      • kang_ulid December 5, 2013 at 6:20 am #

        Di daerahku ga ada bioskop…😦

      • ekkairianto December 5, 2013 at 6:21 am #

        oalaaaa😦 ….
        maapkan mas. saya tidak tau X_X

      • kang_ulid December 5, 2013 at 6:25 am #

        Nyari donlod an ah…

  2. asri putri rizqiah December 3, 2013 at 5:08 pm #

    sementara catet dulu di list “film2 yg musti ditonton”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: