Mulai Berkenalan dengan Gunung

1 Nov

Catatan H-1 sebelum berangkat berkenalan dengan Semeru:

Jujur saya belum pernah mendaki gunung. Jadi boro-boro ditanya gimana rasanya ke puncak mahameru Semeru. Saya tidak tahu seperti apa.

Saya belum pernah naik gunung. membayangkannya pun saya tidak berani. Saya takut mati dan celaka. toh padahal kalau saya pikir-pikir ulang, saya bisa celaka dimana saja. Tapi benar-sebenarnya saya TAKUT. titik.

Suatu waktu teman baik saya yang hobi naik gunung mengajak saya, saya iya-iya aja. Toh saya pikir masi lama. Itu udah direncanakan 2-3  bulan sebelumnya. Sambel berdoa, semoga pas itu musim hujan, dan ga jadi pergi, he he he…. Astaghfirullah…. kok saya berpikir jahat begini yah. atau saat itu di dalam hati saya sedikit berharap, pas mau berangkat saya ada urusan luar biasa sehingga cancel atau teman baik saya yang diluar kota tidak jadi datang sehingga saya anggap batal perjalanan ini.

Ternyata waktu menunjukan saya hal-hal yang lain, Awal november ada tanggal merah sehingga teman saya yang notabene nya orang kantoran bisa libur dan cuti 1 hari. Ditambah lagi temen saya yang di luar kota pun mendapatkan tiket pesawat murah untuk berkumpul di surabaya , dan saya pun tidak punya kepentingan urusan yang menyibukkan. Oke. waktu kurang dari 2 minggu untuk menyiapkan diri. Saya katakan dalam hati jangan sombong. Tetap rendah hati, ini tentang alam bukan tentang city tour yang biasa saya lakukan. Saya memutuskan tidak akan sampai ke puncak mahameru hanya berhenti sampai Ranu Kumbolo dan kalau pun saya sanggup untuk menaiki tanjakan cinta saya akan menuju oro-oro ombo.

Mulai lah saya dan teman-teman melakukan komunikasi, setiap hari, dan setiap hari juga saya duduk manis di depan laptop untuk browsing tentang tempat ini. Saya juga melakukan komunikasi dengan teman-teman lain yang cinta gunung dari mereka lah saya mendapat banyak pandangan ketika disana. Mbak menur kusuma salah satunya, kakak yang dulunya tinggal di Bogor dan hobi naik gunung adalah orang yang paling sering membuat saya berani, saya merasa ingin membagi apa-apa yang telah ia sampaikan kepada saya.

Dia memotivasi saya dengan banyak limpahan ilmu dan pengetahuan mengenai gunung, memberi saya banyak pelajaran. suatu waktu mbak menur cerita soal asap beracun yang memang selalu muncul di semeru. Ingat lah dan menjadi pelajaran. Tentang seorang pendaki asal jerman yang dengan sombongnya naik sembunyi -sembunyi ke puncak, padahal sudah dilarang sama jagawana. Tapi dia bilang, dia sudah sering naik gunung-gunung tinggi di Eropa dan Nepal, masa’ ke semeru saja harus dikawal. Akhirnya dia mati disana, kena lemparan batu dari kawah Jonggring Saloka.

Sungguh menjadi renungan sendiri bagi saya. Saya merasa sebelum nyampe semeru saya sudah mendapat pandangan yang bermanfaat menjadi hikmah saya. Perjalanan kali ini bisa menjadi Wujud syukur dan pengalaman religi saya. Sungguh orang yang berakal itu selalu mengambil hikmah dan makna dari perjalanan yang ia lakukan. Dan saya tidak akan men-sia-siakan perjalanan berharga saya kali ini.

Setelah puas menggali informasi, saya cukupkan diri saya sampai di Ranu kumbolo sepertinya nanti ini. saya telah browsing banyak-banyak dan ngobrol kesana kemari. Belum siap diri ini untuk menuju daerah atas lagi. Mungkin saya akan datang lagi kesini.

Terakhir mb menur mengatakan, “dik pergilah sampai ke kelik, titik setelah melewati ranu kumbolo-oro-oro ombo dan nanti akan menemui kalimati, setelah itu kelik”. Apa itu kelik mbak?” . Kelik namanya. diambil dari nama pendaki semeru yang tewas. Jasadnya pun belum ditemukan sampai sekarang. Mendengar sepotong kalimat tersebut saya langsung berucap , “Wahhh mbak aku takuttt…” mana sebelumnya adalah “kalimati” lagi. Gak bisa kebayang daerahnya pasti super duper serem. Kemudian mb menur melanjutkan, Derajat kita lebih tinggi dari ciptaan allah manapun. Itu cuma namanya saja kalimati. kali yang tidak ada airnya, tapi letaknya jauh dari jalur pendakian. Konon kalau musim hujan ada airnya. Kalimati itu untuk penandaan nama pos saja. Dulu ada semacam gubuk disana “ohhh….” seru ku. Melanjutkan Kelik. Cobalah kesana, Ke Kelik itu biar ada refleksi bahwa naik gunung itu bukan untuk gagah-gagahan dan setor nyawa karena perbekalan minim. Banyak juga kan kecelakaan di jalan raya, di pesawat, di laut. Semua sama. jIkhtiar kita cuma membawa perbekalan dan informasi/ilmu sebanyak banyaknya.

Dan malam ini adalah H-1 saya akan berangkat menuju Semeru. Persiapan logistik pun mulai terkumpul satu-satu. Saya sadari naik gunung ini bukan seperti perjalanan backpacking saya. Meskipun berangkat beramai-ramai, tapi kami terbiasa membawa perlengkapan pribadi masing-masing. Ke gunung ini saya berbicara tentang kami. Bukan saya. Kita berangkat bersama, mengumpulkan barang bersama, berbagi barang bersama dan membawa barang bersama dengan isi tas yang berbeda. Teman saya membawa barang saya, dan saya pun membawa barang nya serta barang kami bersama. Ini tentang “kita”, bukan kepentingan pribadi disini tak ada keegoisan karena kita team.

Tadi sore mbak menur mengirimkan blackbery messenger dia bilang, naik gunung bukan untuk dibilang hebat, tapi kita belajar banyak hal disana. Belajar bertindak dari mereka yang banyak bicara, belajar kuat dari mereka yang lemah karena malas, belajar tenggang rasa dari mereka yang mau menang sendiri. Wahhh kalimat panjang dari mbak menur ini sangat touchy bener-bener langsung nyentuh hati saya.

semeru

Lihat lah letusan di atas semeru

Pulanglah dengan membawa satu gunung sahabatku. agar kelak anak cucumu dapat mengetahui kisah petualang ibunya – Menur Kusuma.

2 Responses to “Mulai Berkenalan dengan Gunung”

  1. Mel May 5, 2014 at 7:46 am #

    Pengen banget naek Semeru mbak…tapi belum dapet temen buat pergi😦
    Oh ya…saya juga tinggal di Surabaya Mbak

    • ekkairianto May 19, 2014 at 9:48 am #

      Hayuk mbak… tapi jangan terkena euforia film 5 cm. Karna naik gunung itu ga seperti jalan2 di hutan wisata. Perlu persiapan fisik dan harus sehat ya mbak. Semangat. Insha allah bisa. oiya. untuk cari2 teman naik gunung bisa mbak gabung di komunitas pecinta gunung, atau cari2 di twitter🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: