Krueng Geukueh_Lhokseumawe_Aceh Utara

13 Feb
PT.AAF

Kompleks Perumahan PT.Asean Aceh Fertilzer

Jl. Anggrek IV no.5 komplek PT.AAF Krueng geukueh Lhokseumawe Aceh Utara. Nanti kalau Ke’ naek labi-labi atau BE dari kota Lhokseumawe tinggal turun aja di simpang ASEAN itu pas di depan komplek nanti tinggal jalan masuk ke dalam saja.

230681_3756990898383_1553127870_n

Ijazah kelulusan Taman Bermain Kanak Kanak saya

Dahulu sering sekali saya memberitahukan arah jalan ke rumah saya kepada teman yang akan berkunjung ke rumah saya. Sebutan ke‘ itu adalah panggilan untuk kata ganti kamu atau kau. Saya lahir dan besar di Lhokseumawe, tepatnya di sebuah desa yang bernama Krueng Geukueh (Dibaca:krukuh). Bukan secara kebetulan saya ingin menulis sebuah tulisan tentang tempat saya lahir dan besar. Semuanya berawal dari social media yang bernama twitter, tetiba saja saya menemukan account @iloveaceh dan kemudian menemukan fan page facebook iloveaceh serta iloveaceh.blog.com maka mengalir lah berderet deret kenangan itu. “Jadi kamu aslinya dari mana ka?” , selalu saja pertanyaan itu muncul ketika saya berkenalan dengan teman-teman di surabaya, kota tempat saya tinggal sekarang. Mungkin saja karena mereka tidak terbiasa mendengar logat saya yang campuran gado-gado Aceh-Medan. “Aku orang Aceh, karena lahir di Lhokseumawe-Aceh Utara” , selalu saja saya menjawab pertanyaan itu. Yah, saya lahir di Aceh, mengikuti orangtua yang bekerja di sebuah Pabrik pupuk urea di sebuah desa yang bernama Krueng Geukueh, 20 km dari kota Lhokseumawe. Saya tumbuh dan berkembang di Aceh, menghabiskan masa-masa TK, SD dan SMP di Lhokseumawe. Jika saja Aceh tidak bergejolak hebat tahun 1999 mungkin saya masih bersekolah di Aceh. Tetapi saat itu, kedua orangtua saya memutuskan kepada saya untuk menimba ilmu SMA di Kota Medan, Sumatera Utara yang berjarak tempuh 6 jam dari Lhokseumawe. Setelah menempuh pendidikan di Medan, saya melanjutkan  kuliah di Surabaya. Akhirnya sampai saat ini saya masih di Surabaya dan Setelah Ayah saya pensiun kedua orang tua saya memutuskan untuk menetap di Medan.

SMP Negeri 1 Lhokseumawe

SMP Negeri 1 Lhokseumawe

Sungguh saya merindukan kota ini, hidup begitu tenang. Menghabiskan weekend dengan bermain di pantai atau mancing ikan di pelabuhan. Beberapa kali juga sempat berkunjung ke sungai berair jernih, di Batee Liek, dan sawang. Bermain air, berjalan di jembatan gantung tradisional sawang, membawa bekal makanan dan menggelar tikar. Sudah lama saya tidak pulang ke Aceh yang menyimpan banyak kenangan, terlebih lagi kenangan bersama almarhum ayah saya. Selalu teringat masa-masa sekolah ketika saya sedang menghadapi ujian, pasti perrmintaan saya adalah meminta ayah saya membelikan kopi aceh hitam… hmmm rasanya mangat that (enak banget) plus seporsi martabak telur.

Ketika waktu liburan sekolah, Ayah selalu mengajak kami berwisata. Salah satu tempat yang tidak pernah saya lupakan adalah wisata ke danau laut tawar di Takengon, Aceh Tengah. Sungguh pemandangan yang terbentang adalah seperti di Eropa, pemandangan danau dan jejeran pohon cemara sungguh satu pesona yang tidak pernah saya lupakan.

Ingin kembali ke Aceh, menulis setiap kenangan yang pernah terukir, bercerita pada dunia betapa daerah ku ini menawan unuk dikunjungi. Semoga kita segera berjumpa. Aceh Lon sayang #visitAceh

lhokseumawe

My lovely town

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: