Mengawali 2013 dengan enjoy Tur singkat cagar budaya surabaya

4 Jan

Mungkin semalam tadi begitu riuh diluar sana, suasana pergantian tahun 2012 ke 2013 yang sangat ramai. Di kota saya, Surabaya, hujan tak henti-henti malam tadi. Surabaya yang biasanya sangat panas mentereng terus-terusan diguyur hujan.  Saya pun lebih menikmati untuk tidur lebih awal tidak tertular euphoria keramaian malam tahun baru  karena besok setelah subuh saya harus menjemput rezeki, mungkin yang sebagian masih terlelap tidur karena begadang semalaman merayakan malam tahun baru masih sulit untuk membuka mata. Setelah urusan “rezeki” selesai saya melanjutkan ke next planning di awal tahun 2013. Saya akan mengunjungi museum House of Sampoerna, menikmati tur dengan Bis SHT, berkunjung ke tugu Pahlawan dan museum tugu pahlawan serta museum kesehatan (tapi sayang ternyata saat 1 januari tanggal merah museum hari ini tutup😥 sangat disayangkan)

Foto-0010

Ini bis yang akan membawa saya turr keliling cagar budaya di Surabaya

Dan hari ini 1 januari 2013,jam 8 pagi saya bergegas menuju House of Sampoerna karena pagi ini saya akan mengikuti tur pendek bis SHT pukul 09.00. saya akan berjalan menyusuri cagar budaya Surabaya dengan menggunakan salah satu fasilitas House of Sampoerna (HoS) yaitu Bis SHT (Surabaya Heritage Track). Bis ini yang dilengkapi fasilitas ac dan guide akan menjelaskan bangunan cagar budaya yang akan dilewati rute bis. Tentu saja Bis ini tidak berbayar untuk  dapat dinikmati semua orang. Untuk tulisan saya mengenai bis SHT bisa di baca di link: https://ekkairianto.wordpress.com/2013/01/02/mari-berjalan-menelusuri-bangunan-bersejarah-di-surabaya/

Kebetulan hari ini saya dapat rute pendek bis. Rute yang disediakan adalah rute pendek dan rute panjang. ute pendek ( 1 – 1,5 jam) yang meliputi wilayah HoS – tugu pahlawan – PTPN XI – HoS, untuk rute panjang ( 1,5 – 2jam) yang dilalui Bis adalah HoS – tunjungan – Balai kota/ taman surya – Gd kesenian Jawa timur – PTPN XI – HoS.
Setelah menikmati perjalanan rute bis SHT saya akan mengunjungi museum House of Sampoerna yang berisi barang-barang peninggalan keluarga dan perusahaan Sampoerna.untuk cerita lengkapnya bisa membaca tulisan saya mengenai museum sampoerna di link berikut: museum house of smpoerna.

Bersebelahan dengan museum saya akan mengunjungi art gallery yang memajang karya seniman. Semuanya berada dalam satu kompleks House of Sampoerna. Oia, saya juga bisa menyaksikan proses linting rokok, tapi sayang kebetulan ketika saya berkunjung hari ini karyawan libur. Tapi tenang saja, disana disediakan video yang dapat saya lihat setiap saat mulai dari proses linting sampai packing rokok. Ini kunjungan saya yang ketiga kalinya ke House of Sampoerna dan menikmati tur menggunakan bis SHT.

Setiap trackers (sebutan bagi penikmat tur cagar budaya yang menggunakan Bis SHT) mendapat karcis dan peta Surabaya Heritage Track. Di dalam peta ini dijelaskan beberapa bangunan cagar budaya yang dijaga pelestariannya dan menjadi rute yang akan dilalui bis.
Baiklah saya akan bercerita mengenai rute yang saya lalui (Dengan menyalin cerita dari peta SHT dan informasi guide selama perjalanan tadi):

1. Penjara kali sosok:

Penjara yang terletak di Jl.kalisosok ini telah berdiri sejak Th 1850 atas usul Gubernur Jenderal Daendels. Pada Th 2001 dipindah ke Lapas Porong

Menurut cerita,ini merupakan penjara yang sangat kejam dan sadis untuk menyiksa tahanan. Dan sekarang kosong, ihhh pasti serem untuk uji nyali malam-malam di dalamnya

2.Hotel IBIS:

Bangunan yang berlokasi di Jl.Rajawali No.9-11 ini dibangun Th 1913 oleh kontraktor Hollandsche Beton Maatschapij, sebelumnya adalah kantor Geo Wehry&Co, salah satu perusahaan perkebunan terbesar di Indonesia saat itu.

3.Gedung Cerutu:

Bangunan ini tepat di samping Hotel IBIS. Didirikan Th 1916,dikenal dgn nama gedung cerutu karena menaranya mirip cerutu. Dahulu ditempati oleh perusahaan gula dan pernah juga ditempati perusahaan ban Bridgestone.

4.Gedung Internatio:

Gedung Interrnationale Credit en Handelsvereeniging “Rotterdam” yang berlokasi di Jl. Taman Jayengrono didirikan Th 1929 oleh Frans Johan Ghijsels, dahulunya merupakan perusahaan perkebunan dan perbankan milik Belanda. Pada 25 Oktober 1945 gedung ini dikuasai pasukan sekutu, dan pada 28-30 oktober 1945 terjadi pertempuran sengit di sekitar gedung ini hingga Brigjen Mallaby terbunuh, peristiwa ini yang kemudian memicu penyerangan kota Surabaya dari segala sisi pada tanggal 10 November 1945.(Pedoman Wisata Warisan Arsitektur Kota surabaya – UK Petra)

5.Jembatan Merah:

Jembatan yang menjadi penghubung Jl.Rajawali dan Jl. Kembang Jepun ini dibangun pada pemerintahan Daendels dan dikenal sebagai Roode Brug, Jembatan yang penting bagi perekonomian surabaya ini menjadi pertahanan bagi pejuang kemerdekaan pada perang revolusi kemerdekaan.(sumber: Surabaya 1900-1950, Asia Maior Hikayat Soerabaja empoe Doeloe)

6.Polwiltabes Surabaya:

Dibangun sekitar tahun 1850, dulu digunakansebagai kantor Dinas Intelejen Politik pemerintah Belanda. Pada jaman pemerintahan Jepang, difungsikan sebagai markas Pasukan Polisi Istimewa Kotabesar surabaya. Oia,menurut info dari guide, disini terdapat lorong yang menghubungkan kantor polisi ini ke penjara kalisosok, padahal jaraknya lumayan jauh loh.

7.Gedung Pertamina:

Gedung ini dibangun Th 1843 diarsiteki oleh J.P Errmerling dan direnovasi oleh G.C.Citroen Th 1917 . Awalnya gedung ini berfungsi sebagai tempat pertemuan orang Belanda dan Eropa, kemudian pada masa perang revolusi kemerdekaan sempat dijadikan markas sekutu pimpinan kolonel Pugh Pada 25 Oktober 1945 keluar instruksi untuk merampas senjata dan kendaraan orang Indonesia, hal ini memicu meletusnya pertempuran 28-30 Oktober 1945yang berakhir dengan tewasnya Brigjen Mallaby (Sumberr: Sawoong, Soerabaia Poenja Gaia)

8.Gedung Bank Mandiri:

Gedung ini dibangun Th 1911 oleh Hulswit dengan nama Gedung Lindeteves Stokvis. digunakan untuk pabrik mesin pemerintah Hindia Belanda, dan pada saat pendudukan Jepang difungsikan sebagai Kitahama Butai, bengkel perbaikan dan penyimpanan kendaraan dan senjata berat. Pada 1 Oktober 1945, TKR berhasil merampas kendaraan perang dan persenjataan di tempat ini (Sumber: Surabaya Herritage – Surabaya Post)

9.Gedung Soera Asia:

Pada Th 1930an,Prottel,pengelola gedung ini menerbitkan Soerabaiasch Handelsblad,surat kabar tertua di Surabaya. Gedung ini pernah digunakan sebagai kantor berita Domal , dimana berita Proklamasi Kemerdekaan 1945 disebar-luaskan pada 18 Agustus 1945. Mulai tahun 2010 gedung ini difungsikan sebagai UPT Pelayanan Perizinan Terpadu yang berada di bawah Badan Penanaman Modal Prov.Jawa Timur (Sumber:buku Soerabaia Tempo Doeloe)

10.Gedung kantor Gubernur:

Gedung ini dibangun oleh Nederlandsche Aanneming-Maatschappij dengan arsitek W.Lemei, H.A.Breuning dan W.B.Carmiggelt dari jawatan Gedung-gedung Negara. Pada 10 Desember 1931 resmi dibuka sebagai Kantor Gubernur dan kantor Keresidenan Surabaya. Pada masa pendudukan Jepang,gedung ini juga difungsikan sebagai kantorr Syuucho (Keresidenan) (sumber:buku Soerabaja Tempoe Doeloe)

11.Tugu Pahlawan:

Tugu Pahlawan terletak di Jl. Pahlawan,didirikan dibekas reruntuhan gedung Raad Van Justitie (Kantor Pengadilan Tinggi) yang dibangun Belanda . Peletakan batu pertama dari tugu yang berrbentuk paku terbalik ini dilakukan oleh Presiden RI yang pertama, Ir.Soekarno,pada 10 November 1951, dan diresmikan pada 10 November 1952. Untuk mendukung dan melengkapi fasilitas sejarahnya, ada Th 1994 didirikan museum perrjuangan 10 November 1945. (sumber: Tugu Pahlawan)

12.Gedung Kantor Pos KebonRojo:

Terletak di Jl.Kebonrojo no.10,pada Th 1881 gedung ini digunakan  sebagai tempat tinggal Bupati Karesidenan Surabaya. Pada Th 1952 digunakan HBS (sekolah setara SMU), setelah itu berfungsi sebagai Markas Besar Polisi yang kemudian dipindah ke jalan Veteran Surabaya. Pada Th 1926-1928 mengalami renovasi oleh GJPM Bolsius dan difungsikan sebagai Kantor Pos Utama Surabaya sampai sekarang (sumber:Tempo Interaktif,05 Juni 2011)

13.Gedung PTPN XI:

Bangunan yang terletak di Jl. Merak No.1 ini dirancang oleh Hulswit,Feermont&Ed Cuypers dari Ingeniersbureau dan diresmikan 18 april 1925. Dahulu digunakan oleh HVA (Handels Vereeniging Amsterdam). Pada jaman pendudukan Jepang,gedung ini digunakan sebagai Tobu Jawa Boetai (markas tentara Jepang). Pada masa transisi pasca kemerdekaan digunakan sebagai markas Comando Militer Djawa Timur,tempat perundingan kedua antara Bridgen Mallaby dan Dr.Moestopo (Sumber:Lukito Kartono, UK Petra)

Di Gedung PTPN XI ini kami sangat beruntung, karena hari ini kami bisa naik sampai lantai 2 untuk menikmati arsitektur yang mengagumkan. Padahal biasanya kita hanya bisa berrkunjung sampai di depannya saja🙂

Setelah  menikmati kemegahan bangunan tempo dulu ini akhirnya bis bergerak menuju House of Sampoerna.

Hmmm akhirnya selesai sudah perjalanan awal tahun 2013 saya🙂. Senengnya bisa memulai tahun dengan perjalanan menyelusuri sejarah kota Surabaya.

IMG-20130101-00023

Petunjuk arah di Tugu Pahlawan Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: