Ng-Angkot Time-angkutan kota -2

30 Dec

Jujur saya sangat-sangat menikmati kegiatan ber-angkot ini, atau kalo orang surabaya nyebutnya LYN (dari Bahasa Belanda). Selalu banyak cerita di dalam angkot dan di sekitar peng-angkotan. Karena itu saya banyak membaginya dalam part-bagian-di blog ini. Untuk yang part-1, silahkan dibaca di:

https://ekkairianto.wordpress.com/2012/12/22/nga-angkot-time-angkutan-kota/

Dan saya paling menikmati and enjoy duduk didalam angkot  pada  2 posisi:
1.Posisi Pertama:
Tepat di samping pak supir di depan, tapi ada resiko nya nih.Kalo ada penumpang satunya lagi.aduhh saya bisa nangis,karena hrs sangat dempet-mendempet,sumpek,dan terlalu bersentuhan,apalgi kalo cowok. No!!
Biasa klo mau ada yang satu lagi saya pindah ke belakang. Kenapa saya hobi duduk didepan samping pak kusir (#Eh) samping pak supir😀 karena saya selalu merasa takut terancam jika duduk di belakang ada perampok/pencuri yang mana saya bisa dikepung,pasti pak supir ga bisa bantu-dan-pura-pura ga tahu. Kalo saya di samping pak supir,mereka kan ga mungkin mepet saya didepan untuk merampok saya.

2.Posisi Kedua:
Dibelakang. Dikursi belakang pak supir.Langsung nempel,hmmm sebenarnya ini pendapat subjektif saya. Menurut saya kalo ada perampok,saya bisa langsung teriak di kuping pak supir yang langsung ada di depan saya😀

*setuju ga temen?*

Maklum saya agak parno, saya emang jarang naek angkot, karena secara hitungan bahan bakar lebih murah naek kendaraan sendiri. Dan saya terlalu banyak membaca di media tentang kejahatan didalam kendaraan umum. Jadi Parno-parno gak beralasan sebenarnya.. he he he….

Nah,mari dengarkan alasan lain saya mengapa senang duduk dekat pak supir. Tak lain dan tak bukan karena saya senang ngobrol dg pak supir. Saya merasa bisa mengetahui “dunia”nya mereka, saya suka memperhatikan hal-hal lain yang terjadi disana.

Hari ini,kembali saya memulai percakapan dengan Pak supir,

“Loh pak, kok tau kalo orang itu berdiri nunggu angkot? kan bisa aja dia mau nyebrang atau nunggu di jemput keluarga/temennya” tanya saya dengan sangat keheranan, ketika tiba-tiba dari jauh bapak supir  ini menyalakan tanda lampu “sen” ke kiri hendak mau menepi ke jalan mengambil penumpang. Padahal jaraknya masih jauh  dan orang yang berdiri di pinggir jalan itu tidak mengacungkan tangan dan mempunyai tanda-tanda akan memberhentikan angkot.

“Trus kok bapak tau penumpang itu mau ke joyoboyo atau mau ke pasar wonokromo?” Pertanyaan ini muncul ketika angkot memulai berjalan kembali, ada orang yang berdiri di pinggir jalan dan saya langsung menyeletuk, “Pak itu ga mau naik angkot bapak?itu berdiri di pinggir jalan pak”

Bapak supir itu hanya menjawab, “Dia pasti tujuannya ke joyoboyo”….

Nah loh, batin ku, ini bapak supirnya dukun yah kok tahu sih? memang angkot saya ini berwarna hijau, di jalanan rute saya ini hanya ada 2 angkot hijau tua dan hijau muda tujuan terminal joyoboyo dan pasar wonokromo. Jadi kemungkinan orang yang berdiri di pinggir jalan naik angkot menuju salah satu tujuan tersebut, menunggu di jemput orang lain atau hendak menyebrang. Nah ajaib donk bagi saya yang megetahui, kok bisa bapak ini tahu penumpang itu ga bakalan naik angkotnya karena beda jurusan arah padahal jarak masih jauh. Sedangkan yang pertama tadi bapaknya tahu kalo penumpang itu bakalan menaiki angkotnya.

Tanya saya menjadi tambah sangat keheranan….kemudian,lagi-lagi saya bertanya..karena merasa heran dengan teman sesama angkot yg berlawanan arah ketika saling bertemu memberi kode tangan menunjuk angka 2….dan memberi kode menggunakan tangan lainnya. Sambil batin, kode apa itu. Keren juga bapak-bapak ini kayak detektif pake kode-kode-an.

Mulailah si bapak supir angkot yg saya lupa bertanya namanya ini bercerita.bahwa Temennya td memberitahu,nanti di depan akan ada 2 penumpang yg akan naik.

“Loh kok tahu pak?kan angkot td gak searah dg penumpang yg berdiri di pinggir jalan tadi menunggu?” aq memanggilnya pak padahal saya perkirakan umurnya pun belom sampai pada angka 22 tahun.Masih muda banget.

“Dia kembali menjelaskan,gitu tu kebiasaan mbak dan pengalaman sehari-hari kita menarik penumpang aja. Kita udah hafal gerak gerik tubuh penumpang yang akan menaiki angkot, kadang bisa tau juga dari cara berpakaian mereka hendak kemana, kadang tahu  juga dari cara berdiri”

“Ohhhh begitu yah pak. Wah bapak-bapak ini hebat juga pak”

Dalam hati saya merasa sangat kagum, sebenarnya mereka ini sudah bisa jadi ahli psikologi dan customer service. Mereka sudah belajar bahasa gerak-gerik tubuh, belajar keinginan konsumen, belajar komunikasi, belajar organisasi berkomunitas sesama supir angkot. Dan pastinya mereka tidak pernah menyadari bahwa mereka sudah mendapat ilmu itu dari jalanan secara otodidak. Hmm keren dan cool!! (dua jempol untuk bapak supir angkot euyyy…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: