Hatyai-Songkhla kota yang enggan disinggahi pelancong

29 Dec
100_1724

“Hadyai Teh tarik” Lokasi: di jalanan pusat kota hatyai

Hmmm…. kebayang donk yummy nya Iced Tea Tarik Thailand ini beda loh ama punya malaysia. Punya Thai lebih orange/coklat muda-merah warnanya, klo punya malaysia lebih coklat dan rasanya sangat susu. Rombong seperti ini banyak kita temui di sepanjang jalan di kota Hatyai. Macem-macem jenis makanan/minuman yang dijual di sana, yang paling terkenal Pad Thai (sejenis mie goreng pinggir jalan), bahan yang digunakan ada mihun,nasi dan berrmacam-macam bentuk mie.

Kembali ke topik judul saya,  Hatyai-Songkhla kota yang enggan disinggahi pelancong. Beberapa waktu lalu kebetulan saya mendapat tiket murah Pulang-Pergi Surabaya (kota tempat yang saya tinggali) – Kuala Lumpur. Dan sangat berruntung pula karena salah seorang teman saya yang mengambil pendidikan ilmu keperawatan di Universitas Prince Of Songkla mengajak saya untuk keliling kota hatyai dan Ibukota Propinsi Songkhla.

Dan disinilah saya menginjakan kaki, Kota Hatyai. Tujuan perjalanan saya kali ini adalah Kota hatyai dan Songhkla. Perjalanan yang saya tempuh menggunakan pesawat adalah Surabaya-Kuala Lumpur (3jam), Kuala Lumpur-Penang (50 menit), Penang-Hatyai jalan darat menggunakan minivan (5jam).  Tentu saja semuanya memanfaatkan tiket promo murah maskapai Low cost carrier. Tiket Sub-KL pergi-pulang hanya seharga Rp 360.000,- , KL-Pen seharga Rp 70.000,- sekali jalan. Ini sangat menghemat waktu, karena jika menggunakan perjalanan darat saya harus menghabiskan waktu 5-6 jam (KL-Pen). Dilanjutkan Pen-hatyai jalan darat. Dan kembali ke Surabaya melalui pesawat Hatyai-KL dan KL-Sub. Kalau tidak menggunakan pesawat, saya harus menempuh jarak darat 11 jam (Hatyai-KL).

Menjejakkan kaki di Kota hatyai, kota yang sering dijadikan sebagai transit Para Pelancong. Mengapa demikian, karena biasanyapelancong hanya menjadikan kota ini sebagai transit untuk melanjutkan ke tempat lain. Hatyai yang menghubungkan perbatasan Malaysia dan Thailand. Selanjutnya mereka lebih memilih berjalan terus menuju surattani, krabi,Koh Samui, Phuket dan destinasi lain yang menyajikan pemandangan cantik laut Andaman wilayah perairan Thailand Selatan. Kebetulan saya merasa sangat penasaran dengan kota ini sehinggga memutuskan untuk stay 3 hari. Disaat malam hari saya menikmati street food pusat kota yang terletak di area Lee Garden. Masih tersisa bekas peledakan bom di salah satu pusat perbelanjaan. Masalah ini juga menjadi merosotnya pariwisata Hatyai. Tidak sesulit di Bangkok mencari makanan-minuman halal, karena banyak penduduk Thailand Selatan yang menganut agama Islam. Berbeda dengan wilayah Thailand yang lain, yang agak sulit mencari halal food disini sangat-sangat mudah.

keesokan harinya, kami menyewa tuk-tuk, saya berfikir bagaimana muat satu tuk-tuk untuk 7 orang. Ternyata tuk-tuk disini berbeda dengan yang bangkok punya, disini agak lebih panjang. Kami menyewa dengan harga 1000 bath untuk perrjalanan seharian sampe ke luar kota hatyai. Adapun rute kami akan mengunjungi patung Budha tidur, Samila Beach, melihat The Great Serpan Nag (ada di postingan saya https://ekkairianto.wordpress.com/2012/12/29/the-great-serpent-nag-songkhla/ ) Tang kuan Hill dan mandi-mandi di air terjun Tone Nga Chan ditutup dengan wisata kuliner street food again and again🙂

100_1834

Pemandangan Ibukota Propinsi songkhla dari atas TangKuan Hill

Beberapa objek wisata terdapat di Ibu kota Songkhla, dan bagi anda pennikmat wisata kuliner, hmmm disini rajanya seafood sangat yummy…

Mari kita lihat dimana songkhla, Propinsi Songkhla (ibukota: Hat Yai) Tidak seperti sebagian besar propinsi lainnya, ibu kota Songkhla bukanlah kota terbesar di provinsi yang bersangkutan. Kota yang lebih baru, Hat Yai, dengan populasi 359.813 jiwa, adalah cukup besar, kira-kira dua kali populasi Songkhla (163.072 jiwa) (sumber:wikipedia). Perjalanan Hatyai – songkhal di tempuh tuk-tuk selama hampir satu jam. Dan kami sempat melintasi danau besar, menggunakan kapal feri jadi tuk-tuk dan kami diangkut dalam sebuah kapal feri.

100_1791

Perjalanan yang saya lalui sangat sangat menyenangkan, angin semilir dari jendela tuk tuk yang tidak mempunyai jendela, membuat mata sayup sayup di akhirr perjalanan pulang. Dari semua yang saya nikmati dalam perjalanan, kota ini cukup worth it untuk dinikmati, tidak hanya sekedar sebagai transit untuk melanjutkan perjalanan ke daerah lain di pesisir laut Thailand selatan. oia, disini banyak ditemui turis malaysia yang berbelanja alias Shopping, apalagi alasannya kalau bukan kurs mata uang Thailand yang lebih rendah dari Negara Malaysia, Tak ketinggalan juga Pelancong yang berasal dari Indonesia yaitu daerah Medan dan Aceh. Mengapa? karena Kota Medan-Aceh sangat dekat dengan Pulau Penang Malaysia, bahkan mereka terbiasa untuk berobat ke Malaysia ketimbang ke Ibukota Jakarta. Pesawat pun sangat murah dan banyak rute kesana. Nah, untuk membawa oleh-oleh biasa mereka membeli nya di Hatyai, lagi-lagi karena kurs yang lumayan 1 bath= Rp 300,- dan perjalanan penang-hatyai hanya kurang lebih 4-5 jam. Berangkat dan Pulang dalam satu hari kadang kerap mereka lakukan🙂 jadi apa lagi yang kita tunggu mari serbu buah tangan souvenir disana di kota hatyai dan songkhla. Loh??

catatan :

Terimakasih tak terhingga untuk partner perjalanan saya, eka mayasari, terimakasih tak terhingga untuk host saya, temen-temen di Hatyai, Putri Maya sari, kak Dara besar (Dara Febriana) dan suami , kak dara kecil (Andara Maurissa) dan suami serta supir tuk-tuk Phibun.

100_1744

Songkhla

9 Responses to “Hatyai-Songkhla kota yang enggan disinggahi pelancong”

  1. 932009 December 29, 2012 at 10:00 am #

    kereeeennnn…. I wish i go there ^_^

  2. Steven June 23, 2013 at 12:05 pm #

    Bagaimana caramu pergi dari Hatyai ke Koh samui?

    • ekkairianto October 17, 2013 at 5:31 am #

      dari hatyai kita harus ke surathani terlebih dahulu, kemudian kita ke koh samui (pulau) dengan menggunakan perahu/kapal boat

  3. Mel May 5, 2014 at 7:41 am #

    Mau tanya…saya berencana untuk bepergian dari phuket ke penang melalui jalan darat (otomatis lewat Hat Yai). Cari promo pesawat sebaiknya lewat web apa untuk Phuket – Penang atau Penang – KL? Mengingat jalan darat cukup memakan waktu? Terimakasih sebelumnya🙂

    • ekkairianto May 19, 2014 at 9:57 am #

      Ya ampun mel. Maapkan aku baru bales ini. Untuk jalan darat Phuket-KL itu lumayan memakan waktu dan habis tenaga. Coba cari-cari tiket pesawat airasia.com atau tigerairways. kalo naik pesawat sangat menghemat waktu. Dan biasanya airasia itu suka promo misal, KL-penang bisa cuma 70 ribu an.
      kyak sekarang ini aku dapet tiket pesawat KL-sin cuma 53.000. Padahal kalo naik bis udah 5 jam antri imigrasinya lama harganya tiket bisnya juga 200-300 ribu an

      • Ayatullah Rambe April 18, 2015 at 3:09 pm #

        maaf saya mau numpang tanya2, apakah ada paket perjalanan dari jakarta ke thailand selatan tanpa melalui singapura atau KL ?

      • ekkairianto April 21, 2015 at 4:35 pm #

        Setahu saya malindoair melayani rute medan-hatyai langsung.
        Dan jika kita ingin ke thai selatan langsung tidak hrs melalui singapore.

Trackbacks/Pingbacks

  1. The Great Serpent Nag -Songkhla « ekkairianto - January 1, 2013

    […] The Nag terletak di wilayah Propinsi Songkhla (silahkan baca tulisan saya: https://ekkairianto.wordpress.com/2012/12/29/hatyai-songkhla-kota-yang-enggan-disinggahi-pelancong/  ) tepatnya di ibukota […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: