Tag Archives: pelelangan ikan sendang biru

Pulau Sempu dan Laguna Segara Anakan

6 Jan

Beberapa waktu belakangan ini, sering sekali saya mendengar cerita dari teman-teman yang baru kembali nge-trip ke sempu. Segera saya mulai browsing Sempu di interrnet. Ahh…sempu sungguh cantik sekali, saya yang bertempat tinggal di Surabaya kenapa tidak segera berangkat. Toh yang dari luar Jawa Timur banyak yang berbondong-bondong menuju sempu. Segera saya susun rencana bersama teman saya, my travelmate Eka mayasari dan ira.

Kami berencana untuk memulai perjalanan menggunakan kendaraan umum. Dimulai dari menitipkan motor di terminal bis bungurasih (Purabaya) Surabaya. Menitip motor semalam Rp 2000,- , Naik Bis Patas Ac ke Malang Rp 20.000,- kemudian melanjutkan menuju Turen, dan dari Turen menuju Sendang Biru. Rencananya, kami akan berangkat sore hari, sampai kota malang menginap di rumah salah seorang teman backpacker, mbak Vicky Kurniawan seorang Travel blog juga yang sangat aktif menulis. Malamnya kami akan menghadiri gathering Backpacker Dunia Malang.

Rencana tinggal rencana, semuanya menjadi gagal. Kami menuju rencana ke-2 dengan menumpang mobil orangtua dari teman saya eka maya yang kebetulan mau mancing di seendang biru. Segeralah kami berangkat, Surabaya-malang ditempuh dalam waktu 3 jam karena jalanan yang sangat macet ketika itu ada perbaikan jalan. Kemudian menuju Turen-sendang biru hampir 3 jam. Sampai di sendang biru sudah sangat larut malam jam 2 pagi. Kami langsung bergerak mencari informasi rumah warga yang bisa digunakan untuk menginap. Akhirnya menurut informasi warga sekitar kami ditunjukin sebuah rumah dan kami bisa istirahat beberapa jam. Karena sesuai rencana kami akan bergerak menuju sempu pukul 6 pagi.

Wah ternyata Allah maha mendengar, pagi ini hujan sudah reda. Saya tidak bisa membayangkan kalau berangkat menuju sempu dalam kondisi hujan Bukan karena saya takut air, tapi medan sempu akan sangat berat. jalanan tanah yang bcek dan agak lengket membuat susah bergerak. Dan pastinya waktu yang dibutuhkan untuk menempuh segara anakan bisa lebih lama dari 2 jam.

Sumbermanjing-20121111-00966

Tampak beberapa perahu nelayan yang ditambatkan dan berlatar dermaga tempat pelelangan ikan sendnag biru

Sebelum berangkat kami membawa bekal air minum. Karena nanti didalam hutan tidak ada yang berjualan. Ini bukan tempat wisata, ini adalah hutan konservasi yang seharusnya terus dilindungi, tempat tinggal banyak hewan. Sebelum berangkat saya mencari bekal untuk perut juga he he he.. alias sarapan. Kan gak luu tiba-tiba ditengah jalan pingsan karena belum makan. Sedikit info, kalau mencari makan yang murah dan enak jangan di sekitaran dermaga penyebrangan sendang biru untuk menuju sempu. Tapi carilah warung di depan tempat pelelangan ikan sendang biru. Disana banyak terdapat warung makan. Meski agak bau ikan, karena memang terletak didepan tempat pelelangan ikan. Tapi sungguh makanannya lezat dan fresh, saat itu saya sarapan dengan cumi-cumi tumis cabe hijau.

Perut kenyang saatnya kami melangkahkan kaki menuju pulau sempu yang terrletak di sebrang pantai sendang biru. Jadi kami harus menyebrang dengan menggunakan perahu. Sebelum berangkat saya sudah mencari info biaya yang harus dikeluarkan adalah biaya sewa perahu untuk pergi-pulang Rp 100.00,- , biaya guide yang akan mengantar-jemput kita trekking hutan sempu Rp 100.000,- , dan biaya salam tempel petugas pos lapor ijin masuk pulau sempu terserah kita. Nah itu sangat terasa berat bagi kami perempuan ber-3 pula. Akhirnya kita sepakat untuk bergabung dengan grup lain. Dari jauh sudah kelihatan serombongan orang. lelaki sekitar beberapa orang, langsung kai menyapa dan menanyakan kesediaan teman-teman itu agar kami bisa bergabung sharing cost perahu dan guide. Mereka sangat baik mengijinkan kami yang bertiga bergabung dengan mereka yang bersembilan. Akhirnya ber-dua-belas kami menuju Pulau Sempu untuk menuju segara anakan yang harus kami lalui dengan trekking hutan sekitar satu jam-an.

IMG02565-20121111-1245

Disini saya menemukan Lutung yang bergelantungan,sempet serem juga karena katanya disini masih dihuni harimau.

Menyebrang menggunakan perahu dari dermaga sendang biru-Pulau sempu sangat dekat, hanya sekitar 15 menitan. Maka dimulai lah trekking hutan yang cukup membuat ngos-ngosan nafas. Beruntung saya menemukan sebatang kayu yang dapat membantu menopang berat badan saya ketika berjalan di hutan.

Subhanallah sungguh hutan yang sangat alami dan cantik, saya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan segara anakan yang sangat cantik itu. Hmmmm bau hutan yang sangat nyaman, warna hijau dan batang-batang pohon yang kokoh. Kadang ada beberapa batang pohon yang tumbang, ada juga dahan yang menjolor keluar yang bisa dibuat bergelantungan seperti tarzan. Beberapa teman mencoba menirukan sang raja hutan dengan berayun didahan terrsebut.. AAAUUUUOOOOO…. sungguh lucu, sepanjang perjalanan kita tertawa tak habis-habisnya, sekaligus enjoying trekking hutan sempu. Satu hal yang menjadi catatan saya, selau lah menjadi manusia yang open mind, berbesar hati dan tulus sehingga kita mudah dan supel berteman dengan siapapun, grup saya ini kan teman-teman baru yang baru saya kenal tidak sampai sejam yang lalu. Tapi kami dpaat menjadi begitu akrabnya satu-sama lain.

Hampir setangah perjalanan, mengapa saya tahu? karena saya terus-terusan bertanya pada guide yang menemani kamu, “berapa lama lagi mas?”, “Kira-kira ini udh menempuh brp perjalanan” he he he… terdengar seperti saya sangat tidak sabaran. Nah, ada yang membuat saya sangat sedih. Disepanjang jalur hutan yang saya lewati saya banyak menemukan sampah plastik bekas makanan dan minuman. Sungguh sedih, kenapa hutan yang cantik dan alami ini jadi ternodai dengan kunjungan manusia :'(

Akhirnya dalam waktu 1 jam 10 menit kami telah smapai di segara anakan. Lagi-lagi saya sangat kecewa. Kami langsung terduduk di bawah pohon menatap laguna itu, segara anakan sempu. Masih ada beberapa tenda disana. Dan sampah yang berserakan dimana-mana. Saya juga tidak tahu ini sampah dari yang berkemah atau sampah dari teman-teman yang melakukan perjalanan harian.Beberapa kera ekor panjang tampak turun dari hutan dan membongkar kumpulan sampah. Sungguh saya sangat sedih.

Foto-0079

salah satu tenda di Pulau Sempu

IMG-20121111-01001

Laguna segara anakan Pulau Sempu. Terlihat sangat sendu seakan berrsedih dengan keadaan sekitarnya

Ahhhh… sedih rasanya dan kecewa melihat pemandangan laguna. Segara anakan di pulau sempu ini adalah sebuah laguna yang terbentuk akibat adanya salah satu karang yang bolong yang mengelilingi melindungi pulau sempu. Nah air pun masuk melalui sela-sela karang yang bolong itu dan menjadi sebuah laguna. Kebetulan ketika kami datang, air lagi surut sehingga air yang masuk tidak begitu banyak dan dangkal serta airnya agak bau. Mungkin karena tingginya aktivitas manusia disekitar laguna.

Untuk menghibur diri, saya dan teman-teman langsung menceburkan diri kedalam air. Kami tertawa-tawa dan berfoto bersama menikmati Laguna. Kami mencoba berjalan di bawah karang bolong untuk menikmati dorongan air yang keluar dari sela-sela karang.

IMG02522-20121111-1026

Di dalam air

Setelah berbasah-basahan, karena kami memang sengaja tidak membawa ganti baju. Kami menuju atas karang, bukan diatas karang bolong tapi di kiri laguna ada jalan menanjak untuk dapat menyaksikan dahsyatnya ombak Laut selatan yang menderu-deru. Saya langsung berpikir, mungkin seandainya tidak ada karang-karang yang kokoh dan pulau sempu, Kota malang selatan sudah terkena hempasan air.

Selesai melihat Ombak laut selatan dari atas tebing batu karang, kami turun kembali ke pinggir laguna. Ketika tadi berada diatas saya sempat bergidik melihat dahsyatnya ombak. Seakan akan ingin mengambil tubuh saya. Wah akhirnya baju kami yang basah kering juga oleh panasnya matahari, sekarang saatnya kembali untuk trekking menyusuri hutan sempu dan menunggu kembali perahu menjemput kami. Saya lihat guide sudah saling menghubungi pemilik perahu. Perjalanan pulang yang kami tempuh sekitar 1 jam 10 menit kembali sama seperti awal kedatangan kami.

Bye bye sempu … bye bye laguna yang cantik… semoga ketika saya kembali kesini lagi kau tidak bersedih dengan sampah yang berserakan disekitar mu…

Sumbermanjing-20121111-00967

Matahari menyapa beberapa perahu di dermaga sendang biru

Note:

terimakasih untuk teman-teman seperjalanan saya, eka mayasari, Ayu Irawati, cheriping Djoyodiningrat, Fauzy bin Dadung, Andrready Dwiki dan segerombolan teman-teman yang sudah menemani kami diperjalanan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 239 other followers